satria dharma

Hukuman bagi Pembangkang Adalah Diperangi

Khalifah Abu Bakar RA bertindak sesuai prosedur yang telah disepakati sebagai kepala negara. Pertama-tama dikirimkanlah surat kepada setiap gubernur yang membawahi daerah-daerah kekuasaan Islam untuk menyiapkan perangkat-perangkat penarik zakat. Mulai dari personil, perlengkapan hingga payung hukum yang dapat membantu pelaksanaan penarikan zakat tersebut. Dalam surat tersebut, Abu Bakar menyatakan bahwa zakat adalah ibadah wajib (fardhu) yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW kepada kaum muslimin yang telah memenuhi kualifikasi.

HTI Bukan Organisasi Dakwah Islam

 

Jadi kalau ada orang yang menyatakan bahwa HTI adalah organisasi dakwah Islam maka jelas sekali bahwa ia salah satu di antara tiga kemungkinan di atas, yaitu entah ia tidak paham, tertipu, atau berbohong. Tapi jika ia tidak paham atau tertipu maka sebenarnya itu bukan sepenuhnya kesalahannya. HTI memang sengaja ditampilkan seolah merupakan organisasi dakwah Islam meski pun sangat jelas bahwa materi, strategi, dan tujuan utamanya adalah kekuasaan politik.

Bahayanya Organisasi Politik HTI

Orang-orang HTI memfokuskan dirinya untuk MENCARI-CARI KESALAHAN PEMERINTAH dan menyebar-nyebarkannya pada semua umat Islam. Mereka fokus mengembangkan psikologi dan kultur negatip pada umat Islam agar mereka membenci pemerintah dan negaranya sendiri yang mereka cap thagut. Dan semua itu mereka bungkus dengan manipulasi dakwah agama. Mereka secara sistematis berupaya menghilangkan kesetiaan umat Islam pada bangsa dan negara mereka.

Daftar Orang Gagal

 

Buku pertama dari penulis Stephen King yang berjudul Carrie menerima 30 penolakan hingga akhirnya King menyerah dan membuang naskah itu ke tong sampah. Sang istri mengambilnya kembali dan membujuk sang suami untuk kembali mencoba. Sekarang ia salah satu penulis terbaik sepanjang masa.

Indahnya Keragaman: Catatan Perjalanan dari Saudi Sampai Amerika

Kebetulan seharian kemarin saya tidak punya acara samasekali dan malas keluar rumah sehingga tanpa terasa buku ini langsung habis saya nikmati. Saya sudah menikmati buku Sumanto AlQurtuby yang lain, yaitu “Berguru ke Kyai Bule” yang juga sangat menarik sehingga rasanya saya ingin memborongnya dan membagi-bagikannya pada teman-teman, khususnya yang masih berpandangan konservatif dan ortodoks dalam memahami agama.

Pages