SARA

Bedah Pernyataan Eep Saefullah Dan Azrumardi Azra

Ilustrasi

Disisi lain adalah seorang cendekiawan Muslim bernama Azyumardi Azra. Dia mengimbau kepada setiap umat Muslim agar menjaga kesucian masjid. "Jangan masjid itu digunakan sebagai tempat mobilisasi politik partisan, politik kekuasaan, politik pilkada. Saya kira tak pada tempatnya itu. Saya kira itu menodai kesucian masjid.” Dia juga memperingatkan bahwa jika kampanye politik menggunakan agama terus berkelanjutan, Indonesia terancam mengalami nasib yang sama seperti negara-negara di Timur Tengah.

Manner

Ilustrasi

Kita yang tidak suka dengan caranya terpilih lewat berbagai kepalsuan, sama sekali tidak boleh kalah derajat dengan gerombolan dia. Yang nengusir Jarot dengan cacian ketika diundang ke masjid Taman Mini. Yang dengan beringas menolak mensholatkan jenasah. Atau yang beramai-ramai bertingkah gaya ISIS menusuk boneka Ahok dengan muncratan darah. Atau seekor Tengkunyuk yang teriak bunuh, potong dan gantung.

Mental Pecundang (Tanggapan Analisis Harsubeno Arif)

Ilustrasi

"PLAYING VICTIM"
Jadi sangat disayangkan Hersu menulis artikel yang terkesan "playing victim" yang mencoba memposisikan Anis dan Sandi adalah pihak yang teraniaya dan akan terus menerus di ganjal. Komentar dia ini nampaknya paralel dengan PKS yang menyalahkan Djarot jika program DP rumah nol persen gagal dilaksanakan.

Mayjen K dan ES

Ilustrasi

Mayjen (Purn) KZ pernah ditangkap polisi atas sangkaan upaya makar dalam aksi 212. Dan ES namanya juga disebut-sebut terkait dengan SARACEN. Bahkan ES akhir-akhir ini semakin menuai kontroversi dan dianggap sebagai provokator akibat pernyataan dan penafsirannya terhadap Sila pertama pada Pancasila. Sebuah pernyataan yang dianggap menistakan sekaligus empat agama yang diakui di Indonesia.

Ini Dia Penyebab Kekalahan Ahok

 Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Pilkada DKI Jakarta ini memang dibilang paling keras dalam menyerang pesaingnya, istilahnya sudah tidak ada lagi etika demokrasi, walau mulut manis tapi kenyataannya sangat sadis. Itu semua karena mereka yang tampil dalam Pilkada itu tidak berpikir untuk menjadi pemimpin untuk kesejahteraan rakyatnya, melainkan apapun caranya harus bisa berkuasa!

Buni Yani Resmi Tersangka dalam Kasus Penyebaran SARA

REDAKSIINDONESIA-Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani sebagai tersangka terkait penyebaran video Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sosok yang berprofesi sebagai dosen ini dinilai memenuhi unsur menyebarkan informasi SARA.

Pages