SARA

Mental Pecundang (Tanggapan Analisis Harsubeno Arif)

Ilustrasi

"PLAYING VICTIM"
Jadi sangat disayangkan Hersu menulis artikel yang terkesan "playing victim" yang mencoba memposisikan Anis dan Sandi adalah pihak yang teraniaya dan akan terus menerus di ganjal. Komentar dia ini nampaknya paralel dengan PKS yang menyalahkan Djarot jika program DP rumah nol persen gagal dilaksanakan.

Mayjen K dan ES

Ilustrasi

Mayjen (Purn) KZ pernah ditangkap polisi atas sangkaan upaya makar dalam aksi 212. Dan ES namanya juga disebut-sebut terkait dengan SARACEN. Bahkan ES akhir-akhir ini semakin menuai kontroversi dan dianggap sebagai provokator akibat pernyataan dan penafsirannya terhadap Sila pertama pada Pancasila. Sebuah pernyataan yang dianggap menistakan sekaligus empat agama yang diakui di Indonesia.

Ini Dia Penyebab Kekalahan Ahok

 Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Pilkada DKI Jakarta ini memang dibilang paling keras dalam menyerang pesaingnya, istilahnya sudah tidak ada lagi etika demokrasi, walau mulut manis tapi kenyataannya sangat sadis. Itu semua karena mereka yang tampil dalam Pilkada itu tidak berpikir untuk menjadi pemimpin untuk kesejahteraan rakyatnya, melainkan apapun caranya harus bisa berkuasa!

Buni Yani Resmi Tersangka dalam Kasus Penyebaran SARA

REDAKSIINDONESIA-Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani sebagai tersangka terkait penyebaran video Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sosok yang berprofesi sebagai dosen ini dinilai memenuhi unsur menyebarkan informasi SARA.

Ujaran Kebencian dan Sara Mengapa Terus Dibiarkan?

Oleh : Muhammad AS HIkam

Ketika saya melihat tayangan video pidato Habib Rizieq (HR) yang mengajak para pendukungnya menurunkan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (BTP), atau Ahok, karena dituding korupsi, tidak bermoral, dan melanggar UU, yang muncul dalam benak saya adalah pertanyaan ini; "Sudah sedemikian burukkah kualitas para pemimpin masyarakat di negeri ini, sehingga ujaran-ujaran yang sarat dengan kebencian dan SARA bisa begitu lancar dan tanpa risih disampaikan di ruang publik?".

Pages