SARA

Pendukung Prabowo Sandi Gali Kuburannya Sendiri

Ilustrasi

Narasi agama efektif kalau calonnya seperti Anis dan lawannya Ahok yang ceroboh, tapi akan jadi bumerang ketika Capres-cawapresnya seperti Prabowo dan Sandi yang tidak paham apa-apa soal agama, bahkan mempraktekan agama semininal mungkin, seperti solat saja tidak. Apalagi, lawannya Jokowi, cermat, hati-hati dan punya self control diatas rata-rata.

Kenapa SARA dan Hoax Muncul Menyerang Jokowi?

Ilustrasi

Dengan begitu mereka tidak membutuhkan hoax di belakang panggung. Itu 2004.

Di Pilpres 2009, persaingan elite terjadi antara SBY, Mega, dan Kalla. Mereka semua elite negara, pemimpin partai besar. Semua partai Islam mendukung SBY, incumbent yang sangat kuat. Kekuatan yang potensial menggunakan SARA sudah terakomodasi pada posisi yang kuat itu. Tidak ada urgensinya mereka bermain hoax SARA.

Saat JKT 58 Meratapi Salah Pilih Gubernur

Ilustrasi

Mereka mudah saja dijanjikan untuk tidak digusur. Yang di pinggir kali sempit selebar 2 meter. Yang tanggulnya hanya diperbaiki tanpa memperbaiki problem utama (kali yang sempit). Lalu jebol lagi

Mereka mudah saja dijanjikan punya rumah dengan DP NOL-NOL-an. Padahal mereka bahkan mustahil memiliki rumah itu karena penghasilan yang minim.

Pancasila dan Islam Nusantara

Ilustrasi

Pola transformasi kebudayaan dari pra-Islam menuju Islam telah sesuai dengan fitrah transformasi budaya sebagaimana mestinya. Meminjam Umar Kayam (1992), kebudayaan kita ditransformasikan pada lapis struktur dalam (deep structure) tanpa perubahan berarti pada struktur permukaan (surface structure). Fungsi candi diubah, dari tempat penyimpanan abu jenazah pada agama Hindu, menjadi tempat adzan (Menara), sebagaimana terlihat pada arsitektur Masjid Menara Kudus. Apakah ini bentuk sinkretisme? Bukan.

Membenci Trump, Tapi Mengikuti Caranya?

 

Kampanye ekstrim ini ternyata justru sukses. Mendapatkan 52 kursi parlemen dan membuat partai ini digandeng berkoalisi dengan Partai Rakyat. Walhasil Hein Christian Strache, tokoh nasionalis kanan dr FPO terpilih sbg wakil Perdana Menteri Austria, mendampingi PM Sabastian Kurz.

Pages