saefudin achmad

Pendidikan dan Agama

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, saya akan menyampaikan sebuah data kecil, yang barangkali bisa sedikit menjawab sekian kecil persen dari pertanyaan-pertanyaan di atas.

Berikut daftar ranking 100 SMA terbaik berdasarkan hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN): 

1. SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin, Provinsi DKI Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 91,68

Betapa Berbahaya Memahami Ayat Secara Langsung tanpa Guru

Saya akan mencontohkan jika sebuah ayat hanya dipahami lewat terjemahan. Saya akan mencontohkan surat Al-Maidah ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Pendapat Menarik Nasr Hamid Abu Zayd Tentang Poligami

Pertama, konteks teks ayat. Menurutnya, sebelum datangnya Islam (pra Islam) poligami tidaklah dibatasi sampai empat, melainkan lebih dari itu. Kemudian ketika Islam datang dengan al- Qur’annya, izin seorang laki-laki untuk menikah dibatasi sampai empat kali. 
Kesimpulannya, ayat poligami tersebut berfungsi untuk membatasi, bukan memperbanyak.

Mutiara akan Tetap Indah dan Dicari

Pertama, Gus Baha' konon tidak memiliki akun media sosial, bahkan WatsApp. Saya belum bisa mengonfirmasi secara langsung kebenaran kabar ini. Namun kabar bahwa Gus Baha' tidak punya akun media sosial cukup kuat. Ketika banyak orang termasuk penceramah berlomba-lomba memiliki akun media sosial untuk mempopulerkan dirinya, fenomena ini tidak terjadi di Gus Baha'. Hebatnya, meskipun tak memiliki akun media sosial, fanpage, grup, tulisan, serta video-video beliau bertebaran dimana-mana.

Rumitnya Kuliah di Program Studi FAI

Mahasiswa ushuluddin bisa fokus mempelajari ilmu-ilmu terkait Al-Qur'an (Prodi IAT/Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir), Hadits (Prodi Ilmu Hadis), Aqidah (prodi Aqidah Filsafat) dan akhlak secara mendalam ditunjang dengan jpl yang banyak. Sementara mahasiswa PAI hanya bisa mempelajari permukaan saja dari Al-Qur'an, Hadits, Aqidah, Akhlak. Pun jpl untuk mengkaji beberapa fan ilmu itu juga sedikit.

Menjadi Guru Honorer Kemauan Sendiri, atau Kewajiban dari Negara?

Kedua, saya ingin bertanya, sebenarnya para guru honorer itu mau menjadi guru honorer itu atas dasar pilihan dan kemauan sendiri atau kewajiban yang diberikan oleh negara bagi sarjana pendidikan? Maksudnya apakah sarjana pendidikan itu dipaksa menjadi guru honorer oleh negara?

Teks dan Konteks Ayat Jilbab

Tulisan ini bukan tafsir terhadap ayat jilbab. Jangan disalahpahami. Ini hanya kegelisahan seorang hamba serta pikiran-pikiran nakal yang ingin diungkapkan dalam bentuk tulisan. 

Salah satu ayat yang memerintahkan tentang jilbab adalah surat al-Ahzab ayat 59.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Menjadi Nahdliyin yang Merdeka dan Idealis

Saya seorang muslim dan dalam beribadah mengikuti amaliah ormas NU secara kultural. Saya bisa dikatakan tetap menjadi manusia merdeka jika tetap menjadi nahdliyin dalam kondisi apapun. Sebaliknya, jika saya tidak lagi menjadi nahdliyin karena tuntunan pekerjaan (misalnya karena bekerja di lembaga milik ormas lain yang menuntut pegawainya untuk mengukuti ormas tersebut), maka saya tidak lagi menjadi manusia merdeka dan idealis, melainkan seorang pragmatis.

Framing Media

Kenapa mereka mudah teepapar hoax dan provokasi adalah karena tidak memiliki kecakapan khusus untuk menilai berita di media. Mereka tidak paham soal media sehingga apa yang muncul dari media ditelan mentah-mentah dan dianggap sebagai suatu kebenaran. Saya berharap masyarakat banyak yang belajar soal media agar tidak menjadi korban provokasi media.

Pages