rudi S kamri

Bisikan Sesat Sang Sengkuni

Akal-akalan Amien Rais dan kelompok Islam garis keras ini, akan membuat Prabowo semakin terpuruk ke dasar jurang kegagalan. Secara konstitusional hampir tidak ada celah dia bisa memenangkan Pilpres 2019. Karena semua tahu bukti kecurangan yang mereka punya akan terlalu mudah dimentahkan oleh KPU, Bawaslu dan MK. Tidak ada bukti kecurangan dari pihak manapun baik dari penyelenggara Pemilu maupun dari peserta Pemilu yang Terstruktur, Sistematis dan Masif apalagi Brutal. Justru cara mereka dalam menyikapi kekalahan yang terlihat kalap dan sangat brutal.

Jejak "Sukses" Aher Selama 10 Tahun

Mengapa masyarakat Jawa Barat begitu mudah terpapar paham nyeleneh seperti ini ? Akar masyarakat yang religius tapi anti kemapanan mulai jaman DI/TII Kartosuwiryo dan NII sampai sekarang membuat sebagian masyarakat Jawa Barat begitu rentan terhadap gerakan cuci otak yang dikemas dengan bungkus agama. Ketaatan yang berpola "cultish behavior" yang tinggi kepada pendakwah agama juga membuat sebagian masyarakat Jawa Barat begitu mudah pasrah berserah ditekuk akal sehatnya.

Permadi, Antara Klenik dan Halusinasi

Permadi adalah contoh nyata dari pelawak politik yang diberikan panggung oleh rakyat dan digaji negara. Sejak dia menjadi politisi PDIP lalu tersingkir kemudian merapat ke Partai Gerindra, tidak satupun saya melihat karya nyata dari kakek tua ini untuk bangsa dan negara. Yang sering saya lihat hanya sensasi komikal yang dikemas dengan kembang setaman dan asap kemenyan. 

Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa

Bagi saya, puasa adalah satu-satunya ibadah yang paling personal diantara ibadah lainnya. Hanya diri kita sendiri dan Tuhan yang tahu. Bagi saya ibadah puasa adalah momentum yang tepat untuk melakukan kontemplasi atau perenungan diri akan semua yang kita lakukan dan kita pikirkan selama 11 bulan sebelumnya. Jadi ibadah puasa bukan sekedar merestrukturisasi pola makan tapi lebih pada upaya personal kita untuk menata diri untuk menjadi lebih.

Rizal Ramli Membuat Saya Gagal untuk Tidak Mencaci

Salah satu manusia yang harus kita sumpal mulutnya dengan narasi yang keras adalah Rizal Ramli. Jujur di mata saya dia sudah kehilangan status elite sebagai ekonom apalagi seorang intelektual. Premis saya kuat, karena Ybs dalam setiap tindak-tanduknya apalagi lisannya sama sekali tidak mencerminkan kapasitas seorang intelektual yang layak untuk dihormati.

Tabula Rasa Masakan Padang, Plecing Kangkung dan Mi Aceh

Kalau saya tarik dalam bahasa kuliner, Tabula Rasa artinya kira-kira adalah cita rasa alami dari suatu masakan Nusantara yang luar biasa lezatnya. Dan di Indonesia kuliner Nusantara ini ribuan jumlahnya. Semuanya punya rasa yang khas, alamiah dan aksen kenikmatan yang berbeda-beda. Dan ini adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan. Apapun bentuknya dan cita rasanya ribuan masakan tersebut terangkum dalam satu nama Tabula Rasa Kuliner Nusantara. 

Azab Karma Monyet Berkancut Merah

Sebagai contoh kita sebut saja Jonru Ginting, Bumi Yani, Rizieq Shihab, Alfian Tanjung, Bahar Smith, Achmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Andi Arief, Nur Sugie dan yang terbaru si Suparman Ferdinand Hutahaean. Ucapan mereka yang sangat kasar dan menghinakan kepada umat Allah yang bernama Joko Widodo dibalas tunai oleh Allah dengan aneka azab yang memalukan.

Psywar Mendekati Garis Finish

Jadi saya berharap kita orang yang waras tidak terpancing dengan perang urat syaraf yang sedang dilakukan oleh Amien Rais dkk. Kita harus yakin bahwa KPU, Bawaslu, DKPP serta Mahkamah Konstitusi akan bersikap "proper" dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Dan kita harus yakin POLRI yang didukung penuh oleh TNI akan mampu menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan terkendali dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Kita harus percaya dengan POLRI dan TNI. Kita bukan seperti Prabowo kan ?

Pages