Romo

Pelaku Pembacokan Gereja Badog Tetap Pelaku Kriminal

Ilustrasi

Kalau ini motif agama, jelas akan merusak hubungan antar umat beragama. Ini akan meningkatkan semangat para kriminal lain sejenis sekaligus rasa permusuhan para fundamentalis di kubu yang 'berseberangan'. Untung dari para pengurus gereja dan jemaat yang saya temui di Bedog tadi tidak nampak sikap permusuhan ataupun sekedar kemarahan. Yang diucapkan adalah rasa terima kasih karena saya yang sarungan dan istri yang berjilbab sudah datang ke situ untuk menyampaikan simpati, dan sekedar bantu bersih-bersih.

Pembacok Romo Gereja Badog, Benci Kaum Kafir

Ilustrasi

Siang tadi, setelah dari Gereja itu, Buya menjenguk pelaku di RS. Bhayangkara (dalam foto). Setengah jam lebih Buya berdialog. Head to head. Beberapa hal yang bisa saya ceritakan ulang di sini antara lain bahwa pelaku masih sangat muda, 23 tahun, kelahiran 16 Maret 1995. Pernah kuliah 2 semester dan mondok 3 tahunan di Jawa Tengah. Ia baru tinggal di area situ 5 harian. Pedang ia dapatkan dengan menjual Hpnya kemarin. Motifnya? Ia mengaku benci orang kafir. Dipenggalnya patung-patung itu agar tidak disembah.

Pages