reshuffle kabinet

Reshuffle Kabinet, Why Not?

Sementara itu survei Nasional Charta Politika Juli 2020 mengungkap, lebih dari 70% rakyat mendukung Presiden melakukan reshuffle kabinet untuk mengatasi risis pandemic Covid-19 dan dampaknya pada perekonomian. Tak hanya itu, survei yang dilakukan Indikator menyebutkan 7 dari 10 rakyat Indonesia setuju Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet. Sebelumnya, survei nasional Indikator Indonesia Juli 2020 juga menyatakan 6 dari 10 rakyat Indonesia sepakat dengan Presiden bahwa kinerja menteri kurang baik. =

Terima Kasih, Begawan Pendidikan...

Oleh: Niken Satyawati

Bagaimana mungkin kami tidak merasa sedih. Baru saja kami, para orangtua ditegur oleh Menteri Pendidikan kami, dengan imbauan untuk mengantar anak-anak di hari pertama mereka ke sekolah. Imbauan yang humanis, untuk mendorong keterlibatan orangtua dalam proses belajar anak-anak di sekolah. Namun dalam waktu yang singkat, ternyata Pak Anies diganti dengan Mendikbud yang baru. 

Menteri Baru Hasil Reshuffle Jilid II Diumumkan, Ini Daftarnya

REDAKSIINDONESIA-Presiden Joko Widodo mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (27/7/2016).

Sebelum mengumumkan daftar nama menteri baru, Presiden menjelaskan kondisi yang dialami Indonesia dan apa yang harus dilakukan di masa depan.

Presiden menyadari tantangan selalu berubah dan diperlukan kecepatan dalam bertindak. Jokowi berusaha semaksimal mungkin agar kabinet bekerja lebih cepat, efektif, solid.

"Sehingga hasilnya nyata dalam waktu secepatnya," kata Jokowi dalam jumpa pers.

Akankah Budi Karya Sumadi Jadi Pengganti Menhub Jonan?

REDAKSIINDONESIA-Nama Budi Karya Sumadi disebut-sebut dalam rumor terkait isu reshuffle kabinet Presiden Jokowi, di penghujung Juli 2016 ini. Siapa Budi Karya Sumadi yang menurut rumor itu akan mendapat jabatan sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan?

Budi Karya Sumadi adalah Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero). Budi Karya sebelumnya juga sempat dicalonkan sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebelum akhirnya pilihan jatuh kepada Jonan.

Pages