reklamasi

Ahok Dihabisi Pakai Dana Reklamasi

Anies menang, skenario 58% berhasil, tapi anies bkn lawan Ahok sebenarnya, dia bak topeng monyet yg dilatih naik sepeda, cuma itu bisanya, yg lainnya dia tak bisa. Kapasitasnya cuma sbg peserta yg dilegitimasi utk duduk dikursi, dibelakang dia bertebaran ribuan naga, disetiap sudut kota, sampai Balai Kota, semuanya marah kepada Ahok, karena manusia langka ini tak bisa diajak kompromi utk bagi-bagi.

Penerbitan IMB Pulau Reklamasi dan Prediksi Pilpres

Sebetulnya secara aturan formal, memang dia berhak berbuat apa saja di daerah kekuasaannya DKI Jakarta. Dan kebetulan dia diuntungkan dengan memble-nya pengawasan dari Mendagri. Sebagai contoh selama 10 bulan lebih dia menjadi PENGUASA TUNGGAL di DKI Jakarta tanpa Wagub pun, Mendagri membiarkannya.

Hasil Dibohongi Pake Al Maidah

Ilustrasi

Dan gabener dengan gaya soaknya selalu menyalahkan Ahok setiap perkara kelakuan dodol anak buahnya muncul kepermukaan. Tapi bungkam seribu bahasa ketika mengetahui wagabener sudah pegang daftar masjid radikal padahal gabener tantang supaya yang punya daftar maju untuk tunjuk masjid mana yang diisi penceramah dobol.

Makin Hari Masalah Jakarta Bertambah

Ilustrasi

Coba bayangkan narasi2 ini.
Setelah sekian bulan diprotes kepolisian, warga masyarakat dan Ombudsman, akhirnya akan dibuat juga realisasi ide yang sudah muncul sejak zaman gubernur Jokowi itu.

Well.. 
Jika gubernurnya masih Ahok, rasanya 400an PKL ilegal itu sebagian (yg warga Jakarta) pasti akan disebar masuk ke pasar2 milik PD Pasar Djaya. Sebagian lagi? Ya dipulangkan

Menebak Arus Balik Isu Reklamasi

Ilustrasi

1. Anies jangan pidato soal pibumi seolah2 lagi bela kepentingan pribumi. Tuh, si Foke yg pribumi punya kepentingan sama proyek reklamasi. Kalau proyek reklamasi ditolak sama Anies tapi Anies ga ngritik Foke dan DPRD DKI yg ada Gerindranya juga (partainya Prabowo yg ngusung Anies nyagub DKI kmrn) malah nyerangnya ke Ahok sama Jokowi doang kan artinya Anies cuma lebay aja pidatonya.

Barongan Reklamasi

Ilustrasi

“Iya nih.. kita mesti bikin acara lagi. Ente enak dah dua sayembara. Sepatu gimana sepatu..”

“Oh.. itu lagi dirancang sayembara mas.. bentar lagi saya umumin tuh.. Hadiahnya jalan-jalan ke Milan.. Tapi sorry mas, kok kita sowan mulu yah.. mana belum ada tanda-tanda sang mantan yang di Brimob terima kita lagi.. Gimana kalo kita undang para juragan urugan? “

Pages