Redaksi Indonesia

Lawan Jokowi Kali Ini Super Berat Lho, Ini Faktanya

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Banyak pengamat yang netral dalam konstelasi pilpres ini mengatakan PRIHATIN dengan para pendukung Paslon 2 yang sejauh pengamatan mereka, sering komentnya jarang dengan tutur kata santun, selalu saja MENGHINA, memaki atau menjelek-jelekkan orang lain. Merasa diri paling benar, suci dan mulia, apakah benar demikian?

Lawan Jokowi kali ini cukup berat, walau sudah pernah melawan Prabowo di Pilpres 2014, tapi kali ini Prabowo menggandeng Cawapres yang cukup potensial dibandingkan jika mengambil dari partai pendukungnya. 

Presiden Jokowi Siap Perang Tanpa Batas

Oleh : Sadhu

"Apa yang sedang terjadi dalam perekonomian dunia hari ini adalah kita sedang menuju perang tanpa batas [Infinity War]. Kita belum pernah menghadapi perang dagang dengan ekskalasi seperti saat ini sejak Great Depression di tahun 1930-an. Namun, yakinlah saya dan rekan Avengers saya siap menghalangi Thanos yang ingin menghapus sebagian populasi dunia.

Ingat! Sandiaga Uno Bukan Santri Post Islamisme

Oleh : Wishnugroho Akbar

Sandiaga Uno mendadak jadi santri. Yang menahbiskannya adalah Presiden PKS Sohibul Iman. Sohibul, tak lama setelah Sandiaga terpilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, menyebut Sandi sebagai seorang santri di era Post-Islamisme.

Misteri Jejak Tionghoa Di Pesantren adalah Sunan

Oleh : Hai Hai Bengcu Menggugat

Kenapa pesantren, kiai, santri, ngaji, sunan dan wali hanya ada di Indonesia? Banyak yang menjawabnya namun, bahkan almarhum Nurcholish Madjid pun hanya menjawabnya dengan kutak-katik asal ngait saja.

Misteri Jejak Wali

Kebanyakan orang Islam percaya, kata WALI berasal dari kata Arab Walīyu yang artinya pelindung atau kepercayaan. Walīyu ‘llāh artinya pelindung Allah atau kepercayaan Allah. Benarkah Wali adalah Walīyu ‘llāh?

Ini Dia Penyebab Kekalahan Ahok

 Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Pilkada DKI Jakarta ini memang dibilang paling keras dalam menyerang pesaingnya, istilahnya sudah tidak ada lagi etika demokrasi, walau mulut manis tapi kenyataannya sangat sadis. Itu semua karena mereka yang tampil dalam Pilkada itu tidak berpikir untuk menjadi pemimpin untuk kesejahteraan rakyatnya, melainkan apapun caranya harus bisa berkuasa!

Pages