Ratna Sarumpaet

Tanggapan Buat Ratna Sarumpaet Yang Mempersoalkan Asal-Usul Pak Jokowi Jelang Pilpres 2019

Alasannya kenapa kok bisa berubah pikiran? Nazar mau jalan kaki Jogja-Jakarta PP ga jadi ditunaikan juga ga jelas kenapa, padahal udah janji di tvone secara live. Ketahuan dong kalau kubu bu Ratna itu kubu politik yg ga jelas. Apa pantes sih orang yang seneng ikut geng yang ga jelas nuntut orang lain musti serba jelas segala urusannya? Munafik ya munafik. Tapi jangan kelewatan gitu dong, bu Ratna. Anda mustinya yang waras dong kalau mikir itu.

Aktivis Kemanusiaan dan Kapal Tenggelam

 

Jika kejadian kecelakaan di lautan, kapal-kapal berteknologi tinggi dari luar atau dalam negeri bisa dikerahkan.

Tapi jika kejadian di Danau, bagaimana membawa kapal-kapal berteknologi itu ke dalam danau? Lewat udara? Lewat do'a? Di gotong dengan 7 juta manusia?

Tapi, apapun alasannya "si ibu kemanusiaan" nggak mau peduli.

Selebriti Jaman Old Yang Memalukan

Keduanya sama2 "pembenci Jokowi", dengan barang dagangan yang sebenarnya selalu sama. Intinya semua salah Jokowi, entah itu berhubungan atau tidak secara langsung dengan Jokowi. Sejak zaman Pilgub anti Ahok, Proyek Serial 212, dst dst. Dan saat ini keduanya memiliki panggung (atau tepatnya proyek) yang sama bernama #2019gantipresiden. Sangar? Tidak sama sekali! Ndagel, tapi sungguh memalukan.

Pandji Pragiwaksono : Ratna Sarumpaet Menjadi Pembeda Antara Ahok Dan Anies

Dan Pandji menjadi satu dari sekian banyak orang yang bahagia atas kemenangan Anies di Pilkada Jakarta. "Kita tidak membutuhkan orang yang hanya bisa bekerja bekerja dan bekerja. Jakarta sekarang membutuhkan pemimpin yang penuh dengan gagasan-gagasan-gagasan!" Ha ha ha, masih ingat saya masa kalimat yang Pandji ucapkan.

Kapolri, Kapan Kau Tuntaskan Kasus Hukum Pelaku Makar?

Ilustrasi

Contoh lain, yakni ceramah Alfian Tanjung yang beberapa kali terbukti memfitnah Istana sebagai sarang PKI. Bukan hanya itu, beberapa pejabat negara seperti Deputi Kantor Staf Presiden hingga Tetan Masduki dituduh sebagai PKI dibiarkan saja. Sudah selayaknya hal-hal ini tidak dibiarkan. Polisi itu alat negara, memiliki perangkat hukum dan legitimasi untuk melakukan tindakan. Mengapa dibiarkan saja?

Mereka yang Merasa di Atas Angin

Oleh: Kajitow Elkayeni

 

Di balik gegap-gempita aksi damai 212, ada berita penangkapan 10 orang. Konon ada dugaan makar ditujukan terhadap mereka. Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, ancaman makar ini bukan persoalan sepele. Orang-orang boleh tertawa begitu mendengar ancaman makar. Mereka boleh menganggapnya lelucon aparat, pengalihan isu. Apalagi selama ini presiden diam saja dimaki-maki.

Makar

Oleh: Tomi Lebang
 

Delapan tokoh ditangkap polisi, Jumat pagi, menjelang unjuk rasa super damai di ibukota. Belum terang benar masalahnya, tapi dari kepingan-kepingan kabar yang berseliweran, kita menangkap satu benang merahnya: tudingan rencana makar dan permufakatan jahat. Sudah berhari-hari kata ini mendengung di kuping, seperti lalat yang mengendus aroma upil dan tak pergi-pergi.

Pages