Ratna Sarumpaet

Nanik S Deyang VS Ratna Sarumpaet

ilustrasi

Namum demikian, walaupun penuh dengan kebencian dan kebohongan, tapi postingan2 Nanik di FB benar-benar menjadi idola banyak orang. Satu status, bisa ratusan bahkan ribuan likes dan shares. Tapi ya begitulah kalau sudah benci buta, peduli itu hoaks atau bukan, asal memuaskan nafsu, langsung di-likes dan share.

Antara Rocky Gerung Dan Ratna Sarumpaet

ilustrasi

Yang paling fenominil adalah kisah RS. Oplasnya yg epik heroik mengharu biru disaksikan seluruh rakyat Nusantara, menghadapi segenap sakit, lebam, komplikasi, dan cacimaki bagai kitab yg terkoyak menganga di tangan kanan, agaknya tidak sia2. Dia yang diperneedyoubadly sudah mulai menunjukkan getar2 rindu syahdu bagai dawai gitar bang Haji Roma... 

Jika sarapan saja butuh pengorbanan, apalagi cinta. Sungguh takkan bisa diraih tanpa pengorbanan dan rasa sakit...

Terungkap di Pengadilan, WA Ratna ke Rocky Gerung "Need You Badly"

 

Sehari kemudian, Ratna menghubungi Rocky via WhatsApp lagi. Kali ini dia menyampaikan kondisinya secara lebih detail.

"Sakit seputar rongga mata, retak di pelipis dan rahang. Tak sepedih kitab terkoyak di tangan kanan menganga," kata jaksa, membacakan pesan Ratna ke Rocky pada Rabu (26/9/2018).

Ratna Sarumpaet Dan Perlawanan Pada Gaya Komunis

ilustrasi

Maka dari itu, pembongkaran kebohongan Ratna ini adalah upaya melawan gaya komunisme. Komunisme menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan. Jelas sekali blow up dugaan penganiayaan Ratna berada pada ranah kepentingan politik. Dan Ratna harus mau terbuka, siapa yang berani menyuruh dia melakukan kebohongan publik yang luar biasa ini. Gaya komunisme pada kasus Ratna didasarkan pada hilangnya kewaspadaan, kehati-hatian atau mempertanyakan urutan kejadian termasuk tidak segera melapor ke pihak kepolisian.

Menanti Siaran Langsung Persidangan Ratna Sarumpaet

 

Dari sinilah drama kolosal hoax yang melibatkan gerombolan menikmat bangkai saudaranya sendiri, akan dikukiti. Hukum akan menelusuri siapa saja yang bermain merangkai isu Ratna, jadi sandiwara menggelikan.

Faktanya sih, begini. Ratna dioperasi plastik. Mukanya bengeb. Tapi, mungkin ia malu sama anaknya. Sudah tua kok, masih ganjen.

Harga Seorang Ahok

 

Jadi, jika didemo 7 juta, harus ditahan berapa lama? Tujuh, atau 70, tahun? Lama masa hukuman berdasar jumlah tekanan massa? Kenapa tak semua umat Islam, yang berjumlah sekitar turun ke jalan semua? Dari 207 juta yang beragama Islam, mongsok cuma 7 juta yang berdemo? Itu pun mesti ditanya lagi, ngitungnya gimana? Ada akuntan publik, di bawah sumpah, spesialis ngitung jumlah orang demo?

Menghilangnya Para Penggerak Tagar 2019 GP

Ilustrasi

Mereka ini terlihat terbiasa melakukan hal-hal yang tidak jujur, kotor, menodai demokrasi, culas, bahkan menghalalkan cara agar memenangkan Pilpres 2019. Jika memang kemudian para penggerak tagar GP benar-benar “ditarik” karena melakukan beberapa kesalahan, tim juru bicara yang ditunjuk secara resmi ternyata kapasitasnya tidak jauh lebih baik. Dari berbagai ajang diskusi baik di media elektronik maupun media sosial, terlihat tim kampanye Prabowo hanya sibuk menyerang petahana.

Pages