Rakyat

Akhirnya Si "Musnah" Makan Hoax Buatannya Sendiri Di Penjara

ilustrasi

Saya yakin semua orang yang berakal sehat dan waras di negeri ini dengan suka cita menyambut gembira penangkapan MUSNAH yang saat ini menjadi kolektor penyakit asam urat, diabetes dan hipertensi. Apalagi Bareskrim Polri serta merta menetapkan manusia ini sebagai tersangka. Meskipun posisi si MUSNAH ini hanya kroco kelas menengah di kubu Prabowo tapi langkah "schock therapy" dari Polri ini patut kita berikan apresiasi yang tinggi.

Kerugian Rakyat Akibat Demo 21-22 Mei Di Bawaslu

ilustrasi
Cara menasihati dan mengingatkan penguasa, andai ia lalim sekalipun, juga sudah diatur: sampaikan baik-baik, sesantun-santunnya, secara langsung dalam keadaan sesepi mungkin, agar ia tidak merasa dipermalukan. Sedang Musa saja mendatangi langsung Fir'aun untuk mengingatkan sang penguasa dengan lemah lembut.

Istana Negara Bukan Tempat Hina Cak

ilustrasi

Yang ketiga adalah Ahok, lelaki keturunan Tionghwa itu tak ragu mengakui dirinya sebagai anjing pelayan rakyat saat ia menduduki jabatan Bupati Belitung Timur maupun Gubernur DKI. Balai Kota Jakarta yang dulunya cuma bisa didatangi orang penting itu ia ubah dengan sangat radikal. Ahok meluangkan waktu prakerja nya di pagi hari untuk melayani para "bos" pemilik asli DKI Jakarta! Rakyat yang mengadukan pelayanan yang mereka anggap tak berpihak pada orang kecil.

Warga Sumbar Tak Tahu Berterima Kasih?

ilustrasi

Banyak mulut2 nyinyir yg mengatakan
Itu semua memang tugas pemerintah!
Ada lagi yg mengatakan: mau cari suara di Sumbar

Hellooo...secara politis ga ada untungnya. Kalo mau cari suara ya di p. Jawa saja. Pulau Jawalah lumbung suara. Tapi pak Jokowi ingin pembangunan merata dari Sabang sampai Merauke. "Itulah keadilan sosial" kata sang petahana.

Sudahlah, Akui Saja Kemenangan Itu

ilustrasi

Bagi 01, santai saja. Ada sekitar 8 lembaga Survei kredibel (dan terbukti di 2014) melaksanakan Quick Count, ditayangkan di banyak TV, diberitakan di banyak portal berita online, kesalahan input di satu TV atau portal berita ya tinggal dikomparasikan satu dengan yang lain. Saya juga memahami bagaimana kesalnya membaca postingan plintiran, greget.

Pages