radikalisme

Musuh Kita Sebenarnya

Mereka memanfaatkan Prabowo sebagai ‘Kuda Troya’. Dengan itu Prabowo diuntungkan mendapat 44,50%. Kelompok ijtima ulama dengan imam besar Rizieq Shihab, dan yang pro dengan itu, bisa jadi penyumbang terbesar. Ada pula atas sentimen lain, para ASN, kelompok militer tua (mantan), keluarga HTI, dan pihak-pihak yang kecewa atau terancam oleh Jokowi. Selebihnya para korban dari yang disebut itu.

Radikalisme, Kampus Dan Religiusitas Pancasila

ilustrasi
Dalam kaitan ini, HTI telah lama membudayakan pemikiran pendirinya, Taqiyudin al-Nabhani tentang kepribadian Islam (al-Syakhsiyyah al-Islamiyyah). Di dalam pikiran ini, seorang Muslim yang menerima sistem politik non-Islam (demokrasi dan negara-bangsa) telah mengalami kepribadian yang terbelah. Secara akidah ia menganut Islam, namun dalam kehidupan bermasyarakat tidak menggunakan Islam.

Welcome To Dubai

ilustrasi

Mereka adalah sel tidur yang pergerakannya mirip sel kanker. Bergerak mematikan di dalam senyap! Mereka sudah merebut banyak masjid, banyak majelis, banyak pesantren, bahkan begitu banyak umat yang nantinya akan disiapkan untuk merebut dan merubah bentuk negara. Tak ada lagi NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Semuanya akan dirubah menjadi Khilafah! Sebuah tujuan utopis yang sebenarnya hanyalah cara untuk menghancurkan sebuah negeri.

Dua Mata Tajam Pisau Teknologi

ilustrasi

Sayangnya kemudahan ini disertai resiko, yaitu banyak orang memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarkan faham radikal dan tujuan jahat lainnya. Berapa ribu orang dari negara maju maupun berkembang yang tergiur kabur ke Siria untuk bergabung dengan negara baru ISIS. Ternyata faktanya jauh dari yang mereka bayangkan, kehidupan mapan mereka tinggalkan untuk fatamorgana yang jauh panggang dari api, tidak terbukti sama sekali.

Arus Radikalisme Di Indonesia, Menyusup Dalam Pilpres

ilustrasi

Oleh karena itu siapapun yang pemikirannya melemahkan NU, mensuport gerakan puritanisme Islam akan saya lawan. Lawan dengan pemikiran dan akademik bukan dengan gelut dan senjata. Kita manusia bukan harimau yang berantem dengan cakarnya, atau serigala yang menerkam dengan taringnya.

Pages