radikalisme

Tanpa Menteri Agama yang Berani dan Konsisten, Negeri Ini akan Ambyar

Bagaimana dengan Menag Fahrul Razi ? Sebaliknya, dia langsung loyo dibabat kaum intoleran. Saya terkecoh, ternyata saya korban PHP. Bagaimana mungkin seorang menteri agama yang katanya menasbihkan dirinya sebagai Menteri Semua Agama di NKRI langsung loyo dan mengamini kesepakatan (yang sudah pasti penuh tekanan dan ancaman) dari kelompok masyarakat yang mengalahkan aturan negara dalam UUD 1945 ?

Makhluk Primitif yang Tersesat di Zaman Modern

Nyaris sudah seluruh negara di dunia memiliki sistem hukum yang berlaku, lengkap dengan penegak dan perangkatnya. Seluruh warga 
negara harus tunduk kepada hukum. Selain karena tidak ada yang bisa melawan hukum, ini juga ciri masyarakat modern. Salah satu masyarakat modern adalah kooperatif dengan hukum. Jadi siapapun yang tidak kooperatif, hanya tubuhnya saja yang hidup di zaman modern, namun pola pikirnya masih sangat primitif.

ASN, Cadar dan Radikalisme

Kedua, untuk konteks Indonesia, saya lebih setuju untuk membatasi pemakaian cadar. Di tempat-tempat atau ruang publik tertentu (misalnya ruang pengadilan, imigrasi, bank, dlsb) sebaiknya tidak mengenakan cadar demi keamanan dan kenyamanan. Kalau di tempat-tempat lain silakan saja. Toh cadar bukan ajaran / syariat Islam fundamental. Masyarakat di Arab Teluk pun lebih memaknainya sebagai sebuah kebudayaan. Yang wajib menurut mereka adalah hijab. 

Melawan Zombie di Negeri Ini

Korsel lalu menciptakan industri hiburan, bernama K-Pop. K-Pop diproduksi secara serius, dan pengaruhnya disebarkan ke seluruh Asia. 

Lewat terkenalnya K-Pop, nama Korsel terangkat. Dan saat orang2 mengenal Korsel, maka produk2 mereka pun diluncurkan, seperti Samsung, Hyundai dan segala macam produksinya. 

Industri K-Pop itulah yang membuka jalan produksi Korsel mendunia. Begitulah pertarungan Geo Politik berjalan.." 

Musuh Kita Sebenarnya

Mereka memanfaatkan Prabowo sebagai ‘Kuda Troya’. Dengan itu Prabowo diuntungkan mendapat 44,50%. Kelompok ijtima ulama dengan imam besar Rizieq Shihab, dan yang pro dengan itu, bisa jadi penyumbang terbesar. Ada pula atas sentimen lain, para ASN, kelompok militer tua (mantan), keluarga HTI, dan pihak-pihak yang kecewa atau terancam oleh Jokowi. Selebihnya para korban dari yang disebut itu.

Radikalisme, Kampus Dan Religiusitas Pancasila

ilustrasi
Dalam kaitan ini, HTI telah lama membudayakan pemikiran pendirinya, Taqiyudin al-Nabhani tentang kepribadian Islam (al-Syakhsiyyah al-Islamiyyah). Di dalam pikiran ini, seorang Muslim yang menerima sistem politik non-Islam (demokrasi dan negara-bangsa) telah mengalami kepribadian yang terbelah. Secara akidah ia menganut Islam, namun dalam kehidupan bermasyarakat tidak menggunakan Islam.

Pages