radikal

Catatan Untuk Kapolres Bantul Jogya

Ilustrasi

Yang membuat publik makin geregetan ialah, mengapa setiap kali berhadapan dengan anasir-anasir preman intoleran radikal, polisi selalu kalah dan mengalahkan kelompok korban ? Kelompok korban yang rentan dan rapuh terhadap tindakan persekusi dan yang seharusnya menjadi subyek perlindungan oleh hukum justru yang kerap mendapat tekanan untuk mengalah dan mengalah.

Kebencian Sebabkan Suriah Hancur

Ilustrasi

Mungkin kamu seperti berhenti bernafas saat membaca kejamnya militan "Islamic State" di Irak dan Syiria. Ulama dipenggal, pilot dibakar, wartawan dilibas, lelaki diburu, perempuan disiksa tak berharga, pusat perpustakaan dunia Islam di Bagjdad dan pusat kebudayaan dimusnahkan. Mereka mengibarkan bendera tauhid meneriakkan takbir. Ada orang Indonesia yang terpesona, membela, bahkan ratusan berbaiat, berangkat jihad untuk mereka. Apa ujungnya?

Rekomendasi Untuk Menkopolhukam Tangani Kelompok Radikal

Ilustrasi

Misal, kata Republik Indonesia sdah ditulis oleh ulama Aceh tahun 1871 dengan Jumhuriyah Indonesiyah sblum Tan Malaka menulis "Republik Indonesia" tahun 1925.

Pada tahun 1871 Seorang ulama Acer bernama Syekh Ibrahim bin Husain Buengcala (Kuto Baro, Aceh), telah menulis nubuatan kapan "Jumhuriyah Indonesia" akan merdeka.

Saat Kelompok Intoleran Hadapi Kelompok Nasionalis

Ilustrasi

Mereka juga masuk di partai-partai dan ormas serta berbagai lembaga kajian atau LSM. Yang mereka lakukan kerap membangun opini yang membodohi publik dan meninabobokan publik kepada persoalan-persolan sederhana agar tak fokus kepada kejahatan mereka yang senantiasa menikmati uang rakyat tanpa tujuan yang jelas. Ada pula yang mengambil peran sebagai cukong yang mengongkosi berbagai pembentukan opini, terutama lewat berbagai media massa.

Deradikalisasi Pemahaman Al Qur'an dan Hadits

Ilustrasi

Saya pun bersyukur, sampai hari ini masih senang mengaji kitab kuning--meskipun suka mengantuk dan tertidur pula. Hehe. Mengaji kitab kuning menjadi penting agar kita tidak keliru dalam memilih orang yang akan kita jadikan panutan sebagai ulama. Jangan hanya karena orang tersebut Mualaf, baru hafal satu-dua ayat Al-Qur'an dan hadis, berjubah, berjenggot, berjidat hitam, lalu pandai bicara, dengan gampangnya dianggap ulama panutan. Awas, ini berbahaya.

Revolusi Setengah Hati

Ilustrasi

Jokowi berhasil membuat kekuatan orba gamang. Mereka sulit mencari kasus yg bisa menjatuhkan Jokowi, jadi isu agamalah yg pas untuk menyingkirkan Jokowi. Kelompok fundamentalis, dimanfaatkan untuk tujuan mengambil alih kekuasaan. Meski muslim, Jokowi bukan dari kalangan santri. Dengan memanfaatkan kelompok fundamentalis, mereka terus menggoyang Jokowi. Agar kepentingan mereka tidak diganggu gugat dan sukur2 kembali berkuasa.

Ini 7 Alasan Perppu No 2/2017 Harus didukung

Ilustrasi

Pertama, Tujuan dari Perppu No. 2 tahun 2017 itu sendiri adalah melindungi rumah kita bersama bernama INDONESIA dari radikalisme yang ingin mengganti dasar negara. Jadi kita harus senantiasa meletakkan tafsir Perppu ini pada tujuan mulianya.

Pages