radikal

SBY Peringatkan Keras Cara Kampanye Prabowo

ilustrasi

Penyelenggaraan kampanye nasional (dimana Partai Demokrat menjadi bagian didalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan "inclusiveness", dengan sasanti "Indonesia Untuk Semua" Juga mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan. Juga mencerminkan persatuan. "Unity in diversity". Cegah demonstrasi apalagi "show of force" identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim.

Fakta Mengejutkan, Jokowi Diminta Jadi Pemimpin Islam Dunia

ilustrasi

Jokowi tetap inginkan masalah itu di selesaikan dalam kuridor OKI, dan dia akan tampil sebagai penengah dengan segala resiko. Sementara sebagai presiden, Jokowi sangat patuh dengan UUD 45 yaitu Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Kalau Jokowi tetap mendukung Bashar karena memang Bashar presiden yang terpilih lewat pemilu yang legitimate.

Capres Minim Gagasan Pancasila

ilustrasi

Ini memang terkait dengan penguatan kembali Pancasila di era Presiden Jokowi yang tidak jelas blue print-nya. Berbeda dengan era Presiden Soekarno dengan Manipol-USDEK, dan Soeharto dengan P-4. Meskipun kedua program ini rawan kritik, tapi jelas landasan konseptualnya, dan strategi pendidikannya. Di era BPIP, garis besar itu belum ada, atau belum tersosialisasikan. Ini juga mengindikasikan belum kuatnya perumusan kembali diskursus Pancasila dalam lembaga ini.

Menyelamatkan ASN Radikal

ilustrasi

Presiden RI bukan Imamul A'zham 'alami (pemimpin umat Islam dunia) sebagaimana persepsi kaum radikal tetapi Presiden adalah Imamul A'zham di wilayah hukumnya (wilayatul hukmi). Presiden RI Ulil Amri untuk warga negara Indonesia. Dia wakil rakyat Indonesia untuk melindungi, menjaga keamanan, menciptakan kesejahteraan, mengadakan fasilitas-fasilitas kehidupan dsb. Tentu saja objek sasaran dari aktivitas pengurusan Presiden adalah al-muwathin/warga negara Indonesia (WNI).

Tentang Dhania Warga Khilafah ISIS Di Syria

ilustrasi

Semalam, untuk pertama kalinya beta ketemu dengan Dhania dan 2 orang anggota keluarganya yang dulu pernah bergabung dengan ISIS di Syria, dan mendengar cerita yang dia bagikan. Dari kacamata intelijen tentunya ada banyak plots yang tidak diungkapkan ke publik, tentu dengan berbagai pertimbangan pribadi, maupun mungkin atas anjuran dari instansi terkait, misalnya BNPT.

Perkawinan Kaum Radikal dan Teroris

Ilustrasi

Nah, para pendukung organisasi terlarang HTI selalu berargumen bahwa HTI tidak pernah melakukan tindak pidana, maupun kekerasan, bahkan teror. Akan tetapi mereka tidak pernah mau mengakui bahwa HTI sebagai gerakan politik itu secara sadar dan terstruktur ingin menggantikan falsafah hidup Indonesia menjadi sistem pemerintahan Khilafah.

Pages