PSI

Si Cantik yang Sedang Bersembunyi dalam Sunyi

aat ucapan Michael Sianipar dalam suatu seminar yang terkesan mendukung kebijakan Anies Baswedan dalam penerbitan IMB di pulau reklamasi, saya sama sekali tidak kaget. Pertama Michael memang mempunyai kemampuan komunikasi publik yang buruk sehingga ucapannya sering menimbulkan multi interprestasi. Kedua karena dari awal saya tahu siapa The Godfather dibalik munculnya PSI. Tapi lupakanlah si Mike, karena bagi saya dia tidak penting dan bukan siapa-siapa. Saya lebih tertarik mengulik mengapa Grace Natalie menghilang.

Tsamara Terlalu Muda untuk Jadi Menteri?

Ah, benarkah ?
Coba kita berkaca sedikit pada Malaysia. 

Dengan situasi pro dan kontra yang sama, Mahathir Mohammad mengangkat Syed Shaddiq Syed Abdulramah yang baru berusia 25 tahun menjadi Menpora. 

Syed Shaddiq juga belum punya banyak pengalaman di politik. Ia adalah pemimpin sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia yang dikomandoi Dr. Mahathir. Ia juga berhasil menjadi anggota parlemen, sebelum diminta menjadi Menpora.

PSI Akui Tak Bisa Berbuat Banyak

ilustrasi

Tahun 2024 mungkin saya nggak akan nyaleg lagi, tapi saya 100% siap bantu PSI. Dulupun waktu diajak bergabung di PSI dengan menjadi caleg saya udah sampaikan, bahwa tanpa nyaleg saya pasti bantu PSI. Dan sekarang setelah mengenal mereka, saya akan support mereka lebih dari kemarin.
Jaga2 kantor DPP buat nerimain tamu yang mau kasih dukunganpun oke. Harus ada pembagian tugas supaya perjuangan berhasil dan itu nggak selalu dengan harus nyaleg.

Korupsi di Partai Tua Stadium 4

 

Yang orang banyak tidak tahu, di Kemenag itu isinya orang-orang Romy. Jadi bukan hanya PKS yang suka jualan agama. Salah satu dari tiga partai tertua itu juga sama. Agama itu komoditas yang menjanjikan. Orang-orang gak mikir lagi kalau sudah urusan keimanan.

Pidato Grace dan tertangkapnya Romy adalah tamparan keras. Bedanya, Grace dari partai baru. Pidatonya dicemooh. Kata orang belum berpengalaman. Ini kalimat orang bodoh, dipercaya orang dungu.

Memorial Of Rhman Tolleng

ilustrasi

Rahman Tolleng adalah salah satu pendiri MI. Dia adalah tokoh yang sangat terlibat dalam proses-proses awal Orde Baru. Dia berkawan dengan hampir semua orang yang kemudian diidentifikasikan sebagai Angkatan 66: Soe Hok Gie, Wiratmo Sukito, Liem Bian Koen (Sofjan Wanandi), Liem Bien Kie (Jusuf Wanandi), Cosmas Batubara, Arief Budiman, Aristides Katoppo, dan lain sebagainya.

Pages