prabowo

Prabowo, Antara Nafsu, Sanjungan dan Kebodohan

 

Isu pertama adalah nafsunya yg menggila utk menjadi presiden, entah apa dibenaknya kl sampai gagal dan gagal panen, apakah karena penyakit bawaan atau daya jualnya rendah sbg pemimpin karena bangsa ini trauma atas kelakuannya yg tidak bisa dianggap persoalan biasa. Nafsunya jg menjadi catatan apakah benar dia punya niat baik atas negara yg pernah ditentang bapaknya dan dirusak mertuanya, Kita pasti menolak lupa.

Golput Karena Jokowi?

Sementara ada juga pemilih ideologis, siapapun yang memimpin yang penting tetap membesarkan suatu ide bersama. Entah pluralisme, Islamisme, kroniisme, khilafahisme. Aktivitas mereka lebih cair, terbuka, tidak militan pada sosok, tapi militan pada ide gagasan yang diusung. Pemilih ideologis tidak mudah patah hati, jika sosok yang didukungnya kesulitan, sebaliknya tetap berkerja dalam kapasitas masing-masing untuk mempertahankan ide bersama..

Tiga Pernyataan Prabowo Yang Rontokkan Cagub Gerindra dan PKS Di Pilkada Rabu Esok

Ilustrasi

Kedua, pernyataan Prabowo untuk melakukan Sholat Istikharah untuk mendukung calon partai mereka. Sebuah kesalahan fatal bagi seorang muslim yang tidak tahu harus melakukan shalat apa. Bagi umat muslim, pernyataan Prabowo ini makin meragukan bahwa Gerindra dan PKS memang tidak kapable bahkan tidak pantas membawa-bawa agama dalam kampanye politik. Masalah sholat Hajat saja tidak faham apalagi membicarakan soal hukum-hukum dalam Islam yang lainnya.

Dana Politik Ala Prabowo

Ilustrasi

Bahkan maling itu kadang membentuk kartel untuk mengontrol memperbesar kekuatan tawar menawar mereka. Kadang mereka dikuasai oleh orang kuat yang didukung sanak keluarganya. Nepotisme tumbuh subur di dalam demokrasi. Bapak mantan bupati, ibu jadi bupati, anak ketua DPRD. Itu soal biasa. Tepatnya, kita menganggapnya sebagai hal biasa.

Membantah Tuduhan Prabowo Soal Mark Up Biaya Pembangunan LRT

Ilustrasi

Ditegaskan pada artikel tersebut bahwa belajar dari pengalaman Eropa dan USA, maka biaya pembangunan sistem transportasi kota (semisal LRT atau MRT) biayanya berkisar USD 50 juta - 150 juta per Km. Penulis memberikan kisaran angka tsb karena di setiap daerah berbeda tergantung banyak faktor baik di atas tanah maupun di bawah tanah serta faktor lingkungan hidup.

Pages