prabowo

Ini Bukti Keberhasilan Politisasi Agama

Ilustrasi

Lagi-lagi tidak ada jawaban yang memuaskan. Yang paling mungkin terjadi adalah keberhasilan operator politik Prabowo memelintir kebecian terhadap Jokowi yang awalnya kecil menjadi besar. Lakon "petruk dadi ratu" yang hidup dalam alam pikiran Jawa dimanipulasi sedemikian rupa sehingga dijadikan patokan kultural. Berdasarkan patokan ini, Jokowi yang bukan berasal dari trah elit politik Indonesia dianggap tidak becus berkuasa.

Para Pemfitnah Tercerai Berai

Ilustrasi

Dulu mereka kompak menuduh Jokowi sebagai pemecah umat Islam tapi sekarang terlihat, bahwa merekalah yg memecah umat demi tujuan kekuasaan. Mereka menjadi berbeda kelompok antara yang pro dan kontra.

Cocot mereka yg selalu teriak demi Umat, akhirnya luntur krn terbukti jika gerakan mereka tak lebih dari gerakan mencari panggung kekuasaan dan panggung politik.

Aksi 212 Jelas Gerakan Politik, Ini Buktinya

Ilustrasi

Pengakuan al-Khotot alias Gatot ada pertemuan 3 partai di rumah dinas ketua MPR, bgmn ulama & aksi bela Islam dipakai unt politik, yg sukses di DKI dgn Anies-Sandi, mau dilakukan di daerah2 lain, khususnya di Jawa, rekom tdk keluar smpe jam 2 malam di Ragunan digigit nyamuk

Jika La Nyalla Bisa Bayar Mahar

Ilustrasi

Kebetulan saja La Nyalla kere sehingga tdk d lirik Prabowo, kebetulan saja La Nyalla tak sanggup bayar mahar, maka semua ini bisa terjadi. Bila La Nyalla bermodal sebesar Sandiaga, bila La Nyalla mendapat diskon mahar, mungkin protes seperti ini tidak akan d ketahui publik. La Nyalla akan tetap maju d pilgub Jatim dengan d usung Gerindra.

Nyala Seorang La Nyalla

Ilustrasi

Si Kotot bilang ulama mereka mengatakan titik fokus pemenangan dengan kopi paste skenario tumbangnya Ahok adalah di lima daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatra Utara. Dia juga bilang hanya karena 212 berkontribusi banyak kepada Gerindra, Pilkada Jakarta bisa dimenangkan. Jadi penolakan Gerindra adalah penghianatan.

Prabowo Islami?

Ilustrasi

*) Ini kalau pakai ukuran-ukuran mereka ya, saya sendiri tidak pernah pakai ukuran-ukuran seperti itu tentang Islami, saya pakai ukuran-ukuran Islami seperti: tidak korupsi, bersih, melayani kepentingan rakyat, motivasinya bukan karena ego pribadi, dsb.

Berita dibawah mungkin bisa sedikit menjelaskan bagaimana dan siapa-siapa saja narator cerita diatas.

Menakar Prabowo, Mengukur Yenny

 

Dari geliat itu kita harus makin menyatu. Bukan masalah NU atau Jatim 1, tapi negeri ini sedang berseteru dengan manusia-manusia kelas dua yg isi kepalanya cuma ingin berkuasa. Manuver PS dengan modal nafsu merebut kekuasaan tidak bisa dibiarkan, koloni koalisinya sudah jelas adalah partai penghujat pemerintah, penolak PERPPU ormas yg ganas penentang pancasila, jadi tidak ada alasan kita membiarkannya, setiap gerakan mereka dalam manuver pilkada yg sedang ada semua bermuara pada keinginan berkuasa saja.

Pages