prabowo

Tiga Pernyataan Prabowo Yang Rontokkan Cagub Gerindra dan PKS Di Pilkada Rabu Esok

Ilustrasi

Kedua, pernyataan Prabowo untuk melakukan Sholat Istikharah untuk mendukung calon partai mereka. Sebuah kesalahan fatal bagi seorang muslim yang tidak tahu harus melakukan shalat apa. Bagi umat muslim, pernyataan Prabowo ini makin meragukan bahwa Gerindra dan PKS memang tidak kapable bahkan tidak pantas membawa-bawa agama dalam kampanye politik. Masalah sholat Hajat saja tidak faham apalagi membicarakan soal hukum-hukum dalam Islam yang lainnya.

Dana Politik Ala Prabowo

Ilustrasi

Bahkan maling itu kadang membentuk kartel untuk mengontrol memperbesar kekuatan tawar menawar mereka. Kadang mereka dikuasai oleh orang kuat yang didukung sanak keluarganya. Nepotisme tumbuh subur di dalam demokrasi. Bapak mantan bupati, ibu jadi bupati, anak ketua DPRD. Itu soal biasa. Tepatnya, kita menganggapnya sebagai hal biasa.

Membantah Tuduhan Prabowo Soal Mark Up Biaya Pembangunan LRT

Ilustrasi

Ditegaskan pada artikel tersebut bahwa belajar dari pengalaman Eropa dan USA, maka biaya pembangunan sistem transportasi kota (semisal LRT atau MRT) biayanya berkisar USD 50 juta - 150 juta per Km. Penulis memberikan kisaran angka tsb karena di setiap daerah berbeda tergantung banyak faktor baik di atas tanah maupun di bawah tanah serta faktor lingkungan hidup.

Minta Pilih Calon, Prabowo Salah Sarankan Sholat Sunnah Ke Pendukung

Ilustrasi

Kalau shalat Sunnah khusus agar permintaan dikabulkan Allah Swt disebut shalat hajat, bukan shalat istikharah. Shalat istikharah dan shalat hajat jelas beda, niatnya beda dan doanya juga berbeda. Shalat hajat ditegakkan agar keinginan dan permintaan dikabulkan Allah Swt, kalau shalat istikharah memohon dipilihkan antara beberapa pilihan dengan kemantapan dalam hati.

SP3 Pembuka Fitnah

Ilustrasi

Begitu juga saat PS berhenti dari dinas militer, bagi mereka PS tidak "Dipecat" tapi "Diberhentikan dengan hormat". Pertanyaannya, jika kariernya hebat, apa alasan TNI memberhentikan beliau, padahal usia beliau masih 47 tahun sedangkan pangkatnya sudah Letnan Jendral..?
Bukankah seharusnya TNI mempertahankan seorang Perwira Tinggi yg berprestasi..??

Pages