prabowo subianto

Kisah Perusahaan Prabowo Harus Cicil Utang US$ 40 Juta 20 Tahun

ilustrasi

PT Kertas Nusantara sendiri sempat kembali menggema setelah Prabowo menyebut negara Indonesia dimiliki 'genderuwo'. Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade. Menurut Andre, kata genderuwo itu lantaran Prabowo juga pernah merasa sulit melakukan pinjaman di dalam negeri saat membeli perusahaan kertas yang sedang dalam keadaan merugi dan banyak utang.

Capres 02 Memang Suka Joget

Ilustrasi

Yang jadi masalah, umat 212 sebagai garda utama pendukung Prabowo. Kelompok yang merasa paling Islami, gemar memvonis keimanan orang lain, dikit dikit teriak haram, malah memutar balikkan fakta.

Prabowo dianggap lebih Islami, pro Islam, patuh pada ulama. Sementara Jokowi dipandang sebagai sosok yang tidak Islami, anti ulama, dan anti Islam. Fitnah yang sangat keji.

Pocong Buat Bowo

Ilustrasi

Saat terdesak, jurus pamungkas pembelaan diri yang dikeluarkan ialah bahwa itu hanya bercanda. Publik makin bingung apa dengan ulah bowo. Apa yang di mata publik dianggap serius, hanyalah candaan menurut bowo. Yang untuk bercanda, lucu-lucuan dan fiksi malah dianggap serius oleh bowo. Contohnya, novel fiksi dijadikan sebagai dasar bagi bowo untuk menyampaikan pesan bahwa 2030 Indonesia bakal bubar.

Playing Victim Prabowo Subianto

Ilustrasi

Waktu yang sudah mepet kurang lebih 5 bulan lagi adalah bukan waktu yang lama. Mereka harus kejar tayang untuk mempersiapkan lagi serangan apa yang harus mereka buat dan ciptakan agar negara ini selalu gaduh dalam mengganggu pemerintahan yg sedang berjalan. Lalu setelah apa yg diharapkan terjadi, sesuai statement "Rampoklah Rumah yg sedang terbakar"

Ditambah lagi sang orator lapangan masih betah di Arab sana.

Menakar Kadar Keislaman Prabowo Subianto

Ilustrasi

Jadi menurut saya ada kesalahan strategi dari Tim Pemenangan Prabowo. Seharusnya kerukunan keagamaan dari keluarga Prabowo yang indah itu bisa dijadikan potensi untuk bahan kampanye kehidupan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Tapi yang terjadi Tim Pemenangan Prabowo justru memposisikan Prabowo seolah lebih islami dibanding lawannya. Dan pendukung- pendukungnya malah dengan super ganas menyerang kadar keislaman Jokowi. Ini pilihan strategi yang konyol.

Pages