prabowo subianto

Muliakan Dirimu dengan Menghormati Lawanmu (Surat untuk Prabowo)

Bapak Prabowo yang mulia,

Bapak dikelilingi oleh para alim dan habib. Saya yakin sekali mereka telah menuturkan sebuah kisah tentang sebuah pertempuran yang melibatkan Sayyidina Ali, menantu sang Nabi. Dalam momen tertentu, ketika Sayyidina Ali tengah mengangkat sebilah pedang untuk ditebaskan ke lawannya yang telah tersudut, tiba-tiba dia mengurungkan niatnya, mundur, dan membiarkan musuhnya berdiri dan meloloskan diri. 

Ibu Pertiwi Diperkosa?

ilustrasi

Persoalan utama bangsa ini adalah sudah hilangnya akhlak. Korupsi merajalela, fitnah, hoax, saling hujat, begitu sangat jelas terlihat.

Hanya dengan mengembalikan akhlak, bangsa ini kembali berdaulat, bermartabat dan menjahit kembali Tenun Kebhinekaan yang sudah terkoyak parah. Dan upaya itu harus dibarengi dan diwujudkan dengan mempertebal keimanan manusianya.

Prabowo Emosional, Baru Tahu?

ilustrasi

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, waktu itu menjelaskan, jika diukur dengan angka 1-10, poin untuk stabilitas emosi Prabowo berada pada angka 5,16. Adapun Jokowi 7,60 dalam hal ketenangan dalam menghadapi persoalan yang berat.
“Jadi, soal stabilitas emosi, Jokowi relatif lebih stabil dibanding Prabowo,” kata Hamdi dalam jumpa pers di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dialog Imajiner Tentang Dukungan Titik Soeharto Ke Prabowo

ilustrasi

Eyang :
Tapi setelah nikah sama bu Titik akhirnya cerai, tuh. Nikah sampai punya anak tapi akhirnya cerai itu susah dibilang mereka sama2 punya komitmen menjaga kesetiaan, padahal kesetiaan itu penting dalam membina rumah tangga, juga jadi presiden. Itulah ga enaknya pilih pemimpin yang katanya amanah, jujur, ksatria, sayang dan perhatian, tapi ga setia.

Tanya :
Ga enak gimana maksudnya, eyang?

Pages