prabowo

Anies Yang Menangguk Keuntungan Dari Kerusuhan Jakarta

ilustrasi
Dengan lagaknya seperti itu Anies terlihat tidak menjalan tugas dan fungsinya sebagai Kepala Daerah yang merupakan bawahan Presiden, Anies justru telah dengan sukses berperan sebagai HUMAS yang baik dari KPPSP (Kelompok Para Pecundang Sombong Permanen) yang merupakan kelompoknya.
 

Tentang Aksi 22 Mei

ilustrasi
Juga jangan aneh jika pekik-pekik takbir dipolitisir dan disalah-fungsikan bersamaan dengan pekik-pekik caci-mami terhadap TNI dan Polri. Sebetulnya apa yang terjadi belum seberapa. Sebab aksi 22 Mei tersebut tidak dikomandoi langsung oleh para tokohnya: Habib Rizieq Shihab, Al-Khattath, KH. Abdullah Gymnastiar, Sobri Lubis, Haikal Hasan, Neno Warisman dan tokoh lain sejenisnya.

Pecundang yang Tak Akan Pernah Menang

Merangkum pengertian yang begitu beragam dan dikaitkan dengan kondisi yang aktual saat ini, saya mengartikan PECUNDANG adalah orang yang mempunyai kapasitas diri yang inferior, pengecut, tidak kesatria, tidak bisa secara realistis menerima kekalahan dan suka menghasut dan tidak punya tanggungjawab. Dengan kapasitas diri yang pas-pasan tapi tidak tahu diri tersebut, seorang pecundang selalu membuat masalah tapi akhirnya selalu gagal dan kalah.

Demo Bawaslu Bukan People Power Tapi People Keder

ilustrasi
Dari sejarah People Power yang asli sejak penggulingan Marcos yang telah memerintah 21 tahun di 1986, sampe yang paling up-to-date di 2 April 2019 dengan keberhasilan People Power yang menyebabkan Presiden Bouteflika negara Aljazair mengundurkan diri setelah berkuasa 20 tahun, dipecatnya Omar al-Bashir sebagai presiden Sudan setelah berkuasa 30 tahun pada tanggal 11 April 2019, tidak pernah sekalipu

Bangsa Yang Dibuat Murah

Puncak kegilaannya adalah 2019, dimana sejak 2014 dia diposisikan sbg pemenang yg dicurangi, shg seolah dialah presiden yg sesungguhnya. Hebatnya dia dijaga dgn narasi yg bertentangan dgn kebenaran. Bagaimana mungkin sebuah pemimpin yg disiapkan dijaga dgn narasi kebohongan berkelanjutan. Lihat saja dari isu PKI sampai puncaknya dicurangi dalam kontestasi, hebatnya semua klaim menang dan curang tanpa data sama sekali.

Aksi Sia-Sia 22 Mei Esok

ilustrasi

Selain kecurangan, sebelumnya konstitiennya disulut kemarahannya dengan narasi2 hoax aset dijual ke china lah, atau serbuan tenaga kerja china. Saya heran sama yang masih percaya sama berita itu. Padahal yang nyebar berita itu, adalah kubu yang bilang nenek2 digebukin, padahal habis oplas. Bahkan capresnya menggeser Haiti mencelat sampai ke Afrika. Serta keprocot luas Malaysia lebih kecil dari Jawa Tengah. 

Pages