Ponpes

Jokowi "Anti Islam", Itu Politisasi Konyol

Ilustrasi

Karena Jokowi menilai semangat yang tertuang dalam pemikiran Kiai Syamsul Arifin dalam berdakwah untuk bangsa dan negara, hingga pemerintah memberikan penghargaan tinggi kepada almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin berupa gelar pahlawan nasional pada tahun 2016 yang lalu. Selain itu, keberagaman dan kemajemukan Indonesia yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik juga tak lepas dari peran serta almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin bersama para ulama lainnya.

Jokowi Yang Sopan dan Baik Hati

Ilustrasi

Saya yang berada tak terlalu jauh dari panggung, dapat menyaksikan langsung momen-momen penting itu. Para santri dan alumni terkesima, termasuk sebagian tokoh dan Kiai yang duduk di sekitar saya. 
"Ya Allah, cek sopanna pak Jokowi, buru sateya engkok nangale presiden engak reyah (Ya Allah, sopan sekali pak Jokowi, baru sekarang saya melihat presiden seperti ini)", KH. Abdullah Faqih berbisik di dekat saya, saat menyaksikan Jokowi merunduk merendahkan badannya di hadapan guru-guru saya.

Beginilah Para Nyai Berhijab

Ilustrasi

Beliau sudah melahirkan 3 generasi. Seperti tampak dalam foto kedua. Melahirkan ratusan ribu bahkan jutaan santri baik langsung maupun tidak langsung.

Hampir semua Bu Nyai, istri kiai berkerudung seperti itu. Bu Nyai Maksum Lasem, Bu Nyai As'ad Syamsul Arifin, Bu Nyai Ali Maksum, Bu Nyai Munawir dan para ulama besar lainnya.

Mengungkap Jati Diri Gusnur

Ilustrasi

Menurut cerita Sayid IM yang jadi tetangganya Gus Nur. GN adalah orang Biasa bukan anak Kyai, apalagi seorang Gus, santri saja bukan(alias tidak pernah mengenyam pendidikan pesantren), bahkan waktu didesanyapun ngaji saja dia tidak pernah, dia tidak disukai oleh Masyarakat didesanya, lalu dia akhirnya tidak kuat tinggal didesanya dan pergi entah kemana, selang beberapa tahun, dia muncul di yutup dan bergelar "Gus". Belakangan ada khabar, selama menghilang dia tinggal di Bali.

Pages