Ponpes

Ngeyel Dan Akhirnya Dipermalukan Memangnya Enak?

ilustrasi

Sabar saja, masih ada pesantren lain yang bisa kau datangi. Pesantren 212 mungkin, atau saya usul bagaimana kalau Cawapres #02 membuat Pesantren sendiri saja. Disitu bisa bebas buat sandiwara apa saja tergantung pesanan. Ada emak-emak yang bisa disuruh nangis menggerung-gerung. Ada juga bapak-bapak yang bisa dipoles menjadi korban banjir, atau sandiwara apa saja suka-suka. Jadi dirimu tidak perlu dipermalukan lagi kan ?

Reuni Para Pencinta Nabi SAW

Ilustrasi

Romo Kiai Taufiq, yang juga termasyhur sebagai Mursyid Thariqat Naqsabandi di Pekalongan, memancarkan raut kharisma yang mendamaikan siapa pun. Tutur kata kiai yang mengaji kepada mendiang Kiai Masduqie Lasem ini lembut. Perilakunya santun. Sangat tenang, sampai-sampai ketenangannya membekukan siapa pun yang berdiri di hadapannya, hingga tak kuasa untuk tidak membungkuk hormat. Namun, Kiai Taufiq pun tak segan untuk lebih merendah menyalami orang-orang.

Ponpes Unik Mbah Jad Di Nganjuk

Ilustrasi

Perbedaannya dengan di Kiai Munfasir Banten, di Mbah Jad santri diajari 12 disiplin ilmu secata lengkap, tauhid, fikih, tafsir, nahwu, shorof, mantiq, badi bayan maani, arud qawafi dst. Di Kiai Munfasir tidak selengkap itu.

Perbedaan lainnya di Kiai Munfasir sarat masuk menjadi santri, pola makan harian dan disiplin dzikir lebih ekstrim.

Santri Keluar Negeri Bersama Presiden

Ilustrasi

Ya terang aja pihak pondok sedikit kelabakan untuk mempersiapkan santri yang layak dikirim ke Ostrali, santri yang kudu bisa aktif berbahasa Inggris dan Arab, berprestasi dan punya leadhersip yang bagus. Untunglah Al Muayyad punya banyak stock santri-santriwati idaman, mengirimkan dua person-yang jelas bukan Dilan maupun Mbah Ketib Anom.

Jokowi "Anti Islam", Itu Politisasi Konyol

Ilustrasi

Karena Jokowi menilai semangat yang tertuang dalam pemikiran Kiai Syamsul Arifin dalam berdakwah untuk bangsa dan negara, hingga pemerintah memberikan penghargaan tinggi kepada almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin berupa gelar pahlawan nasional pada tahun 2016 yang lalu. Selain itu, keberagaman dan kemajemukan Indonesia yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik juga tak lepas dari peran serta almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin bersama para ulama lainnya.

Pages