Pondok Pesantren

Jilbab Dulu dan Sekarang

Ilustrasi

Dalam dirinya terkumpul samudra Syariat dan Hakikat. Saya pernah dua kali bertemu beliau. Saya tidak menjumpai kiai mengajar santri seserius beliau. Beliau mengajar malam, dinihari sampai menjelang subuh.

Kitab yang dibaca juga tidak main-main, ribuan halaman, belasan jilid dibaca dan dimaknai kata perkata. Seperti kitabTafsir Thobari, al-Aziz Syarah wajiz dll.

Rekor Kunjungan Jokowi ke Pesantren

Ilustrasi

Tapi yang jelas, jumlah kedatangan Presiden RI ke-7 ini ke pesantren, sampai 2019, akan mengalahkan jumlah kunjungan keenam presiden lainnya ke pesantren.

Bung Karno yang dekat ulama dan menjadi presiden sekian lama, Pak Harto yang 32 tahun jadi diktator negeri ini, hingga Gus Dur yang lahir di pesantren, semua itu kalah sering dari Pak Jokowi dalam jumlah mengunjungi pesantren.

Pemimpin Berkain Sarung

Ilustrasi

Suatu ketika, KH Abdul Wahab Hasbullah pernah diundang Presiden Soekarno. Protokol kepresidenan memintanya untuk berpakaian lengkap dgn jas dan dasi. Namun, saat menghadiri upacara kenegaraan, ia datang menggunakan jas tetapi bawahannya sarung. Padahal biasanya orang mengenakan jas dilengkapi dengan celana panjang.

KH Hasyim Asy'ari, Sang Anak Emas Zaman

Ilustrasi

Jadi waktu itu yang menjadi "ابناء الزمان "nya adalah Mbah Kyai Hasyim Asy'ari. Pondok yang ada di Sarang juga begitu, seumpama Mbah saya (KH Ahmad bin Syuaib) tidak ngaji ke Mbah Hasyim Asy'ari, yah habis pondok Sarang. Begitu juga pondok Lirboyo, jika Mbah Manab tidak mondok ke Tebuireng yah habis santrinya. Pengasuh pondok Ploso, pondok Rejoso Peterongan, pondok Buntet Cirebon juga mengaji pada Mbah Kyai Hasyim Asy'ari. Lha sekarang Abna' az-Zaman itu berada dimana??

Pentingnya Hari Santri

Ilustrasi

Dengan Hari santri, 
Akan mampu meneguhkan persatuan umat Islam yang telah terkotak-kotak dalam berbagai gerakan kala itu, namun perbedaan itu melebur dalam identitas yang sama, SANTRI.

Dengan hari santri, 
Bukti bahwa sosok santri tak akan pernah larut dalam arus globalisasi, namun santri akan memberikan warna pada era globalisasi menuju dunia global yang religius.

Pages