Pondok Pesantren

Melacak Jejak Pemikiran KH Ma'ruf Amin Dan Orientasi Politik Tebu Ireng

Ilustrasi

Pertama, bisa jadi visi misi kedua orang tsb. (KMA dan HRS) sama, karena keduanya berangkat dari pemikiran Islam konservatif yang biasanya agak berat untuk menerima pembaharuan pemikiran Islam seperti yang selama ini bisa kita lihat dari pemikiran moderatnya Gus Dur. Olehnya tidak heran mengapa KMA mengatakan apa yang diperjuangkannya sama dengan apa yang diperjuangkan oleh HRS.

Mempertanyakan Pemahaman Agama Sandiaga

Ilustrasi

Perilaku Prabowo dan Sandiaga makin menggenapi asumsi kita bahwa keduanya benar-benar tak memahami bagaimana menjalankan agama dengan baik dan benar. Jika muncul pembelaan dari Fadli Zon bahwa melangkahi makam tak mengangganggu bangsa, adalah pembelaan konyol. Hal-hal besar itu dilandaskan pada pemahaman atau adab yang kelihatan sepele namun sesungguhnya akan berpengaruh.

Ponpes Unik Mbah Jad Di Nganjuk

Ilustrasi

Perbedaannya dengan di Kiai Munfasir Banten, di Mbah Jad santri diajari 12 disiplin ilmu secata lengkap, tauhid, fikih, tafsir, nahwu, shorof, mantiq, badi bayan maani, arud qawafi dst. Di Kiai Munfasir tidak selengkap itu.

Perbedaan lainnya di Kiai Munfasir sarat masuk menjadi santri, pola makan harian dan disiplin dzikir lebih ekstrim.

Santri Keluar Negeri Bersama Presiden

Ilustrasi

Ya terang aja pihak pondok sedikit kelabakan untuk mempersiapkan santri yang layak dikirim ke Ostrali, santri yang kudu bisa aktif berbahasa Inggris dan Arab, berprestasi dan punya leadhersip yang bagus. Untunglah Al Muayyad punya banyak stock santri-santriwati idaman, mengirimkan dua person-yang jelas bukan Dilan maupun Mbah Ketib Anom.

Presiden Yang Sering Silaturahmi Ke Ulama dan Habib

Ilustrasi

Ma'ruf juga berkelakar bahwa para santri antusias menyambut Jokowi saat hadir ke pesantren: "Rajin bersilaturahmi dengan pesantren-pesantren. Para santri kalau presiden datang gembira, kenapa? Karena akan dapat sepeda," ujarnya disambut tawa peserta.

Nasehat Untuk Kang Santri yang Baru Lulus Aliyah

Ilustrasi

"Musykilahnya banyak mahasiswa indonesia di luar negeri yang maghruur saat pertama kali diajari syeikh di sana dengan bahasa Arab. Wah syeikh ini alim, bahasa arabnya hebat. Wah syeikh ini ahli aqidah, penjelasannya sangat mantab. Wah syeikh ini ahli ushul fiqh, keren. Padahal mahasiswa tersebut tidak punya keahlian dasar untuk menilai seseorang.

Jokowi "Anti Islam", Itu Politisasi Konyol

Ilustrasi

Karena Jokowi menilai semangat yang tertuang dalam pemikiran Kiai Syamsul Arifin dalam berdakwah untuk bangsa dan negara, hingga pemerintah memberikan penghargaan tinggi kepada almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin berupa gelar pahlawan nasional pada tahun 2016 yang lalu. Selain itu, keberagaman dan kemajemukan Indonesia yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik juga tak lepas dari peran serta almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin bersama para ulama lainnya.

Pages