Polri

Habib Rizieq dan Jalan Rekonsiliasi Damai

Saya tentu tak ingin mengklaim sebagai satu2nya orang yg punya gagasan mediasi dan rekonsiliasi. Bahkan saya juga tak berhak mengklaim bhw apa yg diusulkan oleh HRS adlh sama dg ide saya. Bisa jadi beliau dan pimpinan2 FPI kini menyadari bahwa konflik terbuka sebagai strategi dan taktik yg selama ini digunakan oleh ormas Islam tsb kini sedang menghadapi perlawanan dr berbagai penjuru.

Gagal Faham Kenaikan Pajak Kendaraan 2-3 Kali Lipat, Padahal Pajak Tidak Naik

 
REDAKSIINDONESIA-Terbitnya Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2016 tentang perubahan tarif PNBP di lingkungan kepolisian tak ayal menimbulkan keresahan. 
 
Parahnya perubahan tarif ini dipahami keliru oleh masyarakat, mereka mengira mereka harus bayar pajak dua sampai tiga kali dari yang biasa mereka bayar setiap tahunnya. 
 

Biaya Pengurusan STNK, BPKB Indonesia Rendah di Bandingkan Negara Lain

Oleh : Adrian Kaifan

Judul suatu berita adalah cerminan isi berita tsb dan biasa dibuat sekalian utk menarik perhatian orang yang membacanya. Judul selalu tidak detail, dan bisa mengambil sekitar 1% saja dari info bacaan keseluruhan. Ketika si 'pintar' hanya membaca judul dan mengambil kesimpulan hanya dari judul, maka fitnah pun tersebar. Masih blum cukup kah koleksi perbuatan penghapus pahala mu???

Terimakasih Polri

Banyak yang mengirimkan gambar ke saya tentang aksi 411 & 212 dengan tambahan ejekan bahwa "Ini bukti bahwa Islam cinta damai.."

Entah apa pikiran mereka, dipikirnya saya benci dengan agama saya sendiri.

Justru saya sangat cinta bukan saja kepada agama saya sendiri tetapi kepada saudara2 saya yang sedang ada disana. Karena itu saya selalu memberikan peringatan "hati-hati", yang ditafsirkan oleh mereka dengan mengejek..

Seharusnya kita sangat bersyukur bahwa tidak terjadi apa-apa dalam acara itu... Kita semua.

Polri : Demo 4 November di Depan Istana Tidak Ada Penembakan

REDAKSIINDONESIA-Mabes Polri angkat bicara terkait kerusuhan yang terjadi saat aksi damai di depan Istana Negara kemarin. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli memastikan tidak ada penggunaan senjata api saat polisi membubarkan aksi massa.

"Diputuskan untuk langkah-langkah pembubaran. Dengan menembakkan gas air mata, seperti suara ledakan senjata. Bukan senjata api, tapi pelontar gas air mata," ungkap Boy dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11/2016).

Gunakan SARA sebagai Alat Politik, Berhadapan dengan Polri dan TNI

 

Oleh : Muhammad AS Hikam

Setelah Kapolri, Jenderal M. Tito Karnavian (MTK), kini disusul oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (GN), memberikan statemen yang sama tegasnya dialamatkan kepada pihak-pihak yang menggunakan issu SARA jelang Pilkada di DKI, khususnya demo 4 November yad. Kedua petinggi alat negara tsb menyatakan bahwa demo adalah hak tetapi tidak untuk menyebarluaskan kebencian dan politik berdasarkan SARA. Keduanya menyerukan agar semua pihak mengikuti proses hukum dan tidak memaksakan kehendak.

Pilkada DKI 2017: Ujian (lagi) bagi POLRI

 

Oleh : Muhammad AS Hikam

Profesionalisme, integritas, dan kewibawaan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk kesekian kalinya sedang menghadapi ujian dari para pencari keadilan. Kali ini, Polri dihadapkan pada sebuah kegaduhan politik jelang pelaksanaan Pilkada DKI, terkait tuntutan yg sangat kuat dari pihak-pihak yang menginginkan agar Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yg akrab dipanggil Ahok, segera diperiksa oleh aparat penegak hukum tersebut.

TNI Dan Polri Siap Bebaskan WNI, Tetapi Hormati Konstitusi Filipina

REDAKSIINDONESIA-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi secara terus-menerus telah memantau perkembangan penyanderaan terhadap 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) oleh salah satu kelompok sparatis di Filipina.

Ia menegaskan, pemerintah siap mengirimkan pasukan TNI dan Polri untuk membebaskan mereka, jika Filipina tidak bisa segera menyelesaikan masalah penyanderaan WNI itu.

Menelaah 'Dilarang Berhenti' dan 'Dilarang Parkir'

Oleh : Gustaaf Kusno

Baru-baru ini, ramai dibincangkan di medsos soal perdebatan antara seorang supir taksi dengan polisi lalu lintas mengenai pengertian rambu dilarang berhenti dan dilarang parkir. Si pengemudi taksi tidak terima dirinya ditilang, karena dia hanya menghentikan mobil taksi, sementara rambu yang terpasang di situ adalah tanda dilarang parkir. Dalam video yang sudah memviral terdengar ucapan supir taksi, "Saya nggak parkir, Pak. Saya tetap duduk. Saya engga parkir. Berhenti, tapi enggak parkir, Pak."

Pages