politisasi masjid

Upaya Politisasi Masjid dan Playing Victim

Massa kontra aksi kemudian juga bergerak menuju lokasi tepatnya di depan Masjid Ta'miriyah. Kedua kubu sama-sama orasi. Suasana memanas hingga akhirnya disepakati kedua belah pihak sama-sama bubar. Ditengahi oleh aparat keamanan, masing-masing kubu diberikan jalur yang berbeda untuk membubarkan diri. Kubu kontra aksi berada di sebelah selatan, sedangkan kubu aksi di jalur utara. Anehnya, tiba-tiba ada yang mengkomando: "Ibu-ibu berlindung di dalam Masjid!".

Mari Hentikan Bicara Politik Praktis di Masjid, Apalagi Menjelang Pemilu 2019

Saya sendiri berpendapat tidak masalah membicarakan masalah kepolitikan di masjid. Tetapi menjadi masalah kalau masjid dipolitisir atau dipolitisasi sedemikian rupa untuk kepentingan politik praktis–kekuasaan dan menjadikan masjid sebagai alat untuk menyebarkan berbagai hoaks, agitasi, fitnah, kampanye, dan propaganda hitam untuk menjatuhkan lawan politik (meskipun sesama Muslim) dan memecah-belah masyarakat dan umat Islam.      

Selamatkan Masjid Kita dari Syahwat Politik

 

Umat digiring ke masjid tapi masjidnya dipolitisisasi. Artinya umat dipaksa menyetujui pilihan politik pengurus masjid. Semacam pemaksaan atas nama Tuhan.

Pengurus masjid membiarkan mimbar-mimbarnya diisi hasutan. Diisi caci maki kepada lawan politik. Umat yang ingin bermesra dengan Tuhannya, terpaksa mendengarkan pekik politisi berjubah agama.

Pages