politik

Indonesia Tanpa Jokowi, Kembali Ke Titik Nol

Saya melihat ada indikasi kuat mereka akan menggunakan pola yang sama untuk Indonesia. Mereka akan membanjiri rakyat dengan berbagai fitnah, kebohongan dan aneka ramuan ujaran kebencian. Contohnya kasus Ratna Sarumpaet. Kasus ini adalah salah satu amunisi yang mereka tembakan. Hanya sayangnya porak-poranda karena dikemas dengan strategi kebodohan yang memalukan. Saya meyakini hal-hal seperti ini akan berulang mereka lakukan kembali. Dengan kemasan berbeda dan strategi yang lain warna.

Apa Kata Pemimpin Dunia Tentang Jokowi dan Indonesia

*Benyamin Netanyahu*
*PM Israel*
Joko Widodo sangat berbahaya bagi Israel karena sulit sekali ditundukkan. Berbeda dengan Kawasan Arab.

*Raja Salman*
*Kaisar Arab Saudi*
Kami hadiahkan quota haji lebih banyak kepada Republik Indonesia karena Joko Widodo memberikan kesempatan Arab Saudi membangun pabrik dan Industri Pariwisata di Indonesia.

The Spin Doctor Campaign

Ada beberapa pendapat dari teman, kita diminta utk mendiamkan. Berpegang kepada azaz kalau kita meladeninya, kita sama seperti mereka. Disisi yg lain, kalau kita membiarkannya kita seolah membenarkannya juga, padahal jelas-jelas mereka sdg mendisain sebuah bencana utk bangsanya. Contoh didepan mata pada kasus RS, itu adalah grand design yg nyaris sempurna. Untung saja Tuhan masih tidak membiarkannya. Saya masih merinding kalau mengingatnya.

Kenapa Sandiaga Memilih Berhenti Jadi Wagub DKI Jakarta?

Target nya adalah massa yang banyak, massa yang kurang informasi, massa yang kurang mengenyam pendidikan, massa yang mudah di iming-iming, dia tidak perlu mutar otak untuk buat program, buat janji yang terstruktur rapih, dia tidak perlu berhati-hati, dia cukup tebar senyum sana, senyum sini, berjoget, memakai wig pete, mencium tangan pedagang, menggendong wanita, dipeluk emak emak, menjanjikan sesuatu yang sudah ada, menyangkal sesuatu yang sudah ada, dia tidak perlu memahami undang undang dan peraturan..(bu S

Adakah Sisi Kebaikan Ratna Sarumpaet Dkk?

Ini kejahatan berjamaah yang paling brutal yang dilakukan oleh sekelompok manusia tamak dan tuna nalar. Yang membuat saya tidak habis mengerti, mengapa hanya karena ambisi dan kekuasaan mereka dengan sadar menjelma menjadi Penjahat Kemanusiaan tanpa nurani. Padahal diantara mereka ada mantan jenderal, ada Profesor, ada dokter, ada ustadz, ada pemuka agama lainnya serta ada jurnalis.

Kill For Oil? (Simalakama Amerika Jilid 2)

Seperti diketahui, bahwa dunia kini telah menyepakati untuk mengurangi pemakaian minyak yang dianggap sebagai pemicu naiknya temperatur iklim di bumi. Yaitu Kesepakatan Iklim Paris 2015, dimana Amerika malah menyatakan mundur dari perjanjian tersebut dan berbuah kecaman dari seluruh dunia. Bahkan beberapa saat sebelum berlangsungnya hajat perjanjian tersebut, Kota Paris sempat dilanda rentetan serangan teror. Entah siapa dalang dibelakangnya.

Pages