politik

BBM Naik Diam-Diam di Tengah Malam Buta Itu Tidak Benar

Untuk, premium agak unik karena:
1. Tidak lagi disubsidi berdasarkan Perpres 191/2014, tapi harga jualnya ditetapkan oleh pemerintah walo juga hrs berjibaku menyesuaikan dg harga minyak dunia. Seharusnya dg subsidi ga ada lagi, Premium akan relatif mahal dan harga jualnya ikut rerata harga jual minyak dunia dengan mudahnya, tapi ini tidak! Pemerintah pasang badan utk Premium;

Rakyat vs Para Pecundang di Pilkada Kota Makasar

Rupanya kekalahan memalukan yang dialami oleh APPI-CICU ini tidak diterima dengan legowo oleh partai-partai pendukungnya dan disikapi secara emosional oleh sebagian kerabat sang penguasa. Mereka berupaya mempengaruhi publik dengan mengatakan bahwa tidak mungkin jagoan mereka kalah. Mereka tidak mau belajar dari kegagalan. Mereka tidak mau instrospeksi diri justru malah melakukan perlawanan. Ini sangat memalukan.

Etiskah Deklarasi 2019 Ganti Presiden di Markobar Solo?

Dalam arakan massa yang berjalan dengan kaos putih, masih di video yang sama, juga terdapat sebuah spanduk yang bertuliskan ‘Ingin Indonesia merdeka, 2019 ganti presiden’ atau ‘ingin Indonesia tidak terpuruk, 2019 ganti Presiden’ dan lain-lain. Bahkan, dalam sebuah poster di awal viden terdapat sebuah kalimat bertuliskan ‘Demi Aqidah dan Kehormatan Kami’ maka, tulisnya, 2019 ganti Presiden.

UU MD3 Dibatalkan, Rakyat Menang

Jubir PSI Bidang Hukum dan Caleg Dapil Jatim V (Malang Raya), Surya Tjandra, mengapresiasi majelis hakim yang sempat menyebutkan keberadaan GOPAC (Global Organization of Parliamentarian Against Corruption) yang merupakan organisasi independen beranggotakan para anggota legislatif dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, dengan komitmen dan kode etik untuk melawan korupsi di negaranya masing-masing.

Kedewasaan Berpolitik Umat Islam

Fakta tersebut tampaknya menjadi tolok ukur kedewasaan bepolitik masyarakat kita hari ini. Politik tidak lagi menjadi alasan untuk berpecah belah. Masyarakat mungkin telah tersadarkan dan tidak perlu baper-baper lagi dalam politik. Toh di beberapa daerah PDIP bisa bermesraan dengan Gerindra atau PKS. Ada juga tokoh yang dulu jadi juru bicara tim kampanye Jokowi sekarang jadi gubernur dengan sokongan Gerindra dan PKS. Jadi untuk apa melestarikan ribut cebong-kampret di dunia maya dan nyata?

Pages