politik

Kegagalan Prabowo Runtuhkan Petahana

Ilustrasi

Mereka kerap memainkan isu-isu receh yang susah difahami masyarakat, melandaskan fitnah, berorientasi membangun kebencian dan sejenisnya. Lihat saja orang-orang yang berada di tim BPN Prabowo bila diundang ke televise, argumentasi yang disampaikan selalu hanya asumtif. Akibatnya kubu pengamat yang sejatinya netral ikut mempertanyakan pernyataan tim BPN yang hadir. Belum lagi mereka didukung oleh pemuka agama yang tidak bijak. Makin hancurlah upaya-upaya yang mereka bangun.

Inilah Alasan Pengusaha Hitam Tidak Suka Jokowi

Kemudian tahun 2017, beberapa bulan lalu saya berkesempatan bertemu lagi dengan dia dalam acara jamuan makam malam mendukung salah satu paslon DKI. Pertemuan itu tidak hanya berdua tapi beberapa pengusaha senior juga hadir. Kami memisahkan diri dari acara tersebut dan memilih cari tempat di ruangan lain. Dia cerita bahwa kebangkrutan dia tahun 1998 sangat buruk tapi sekarang setelah tahun 2008 usahanya bergerak cepat.

Saat Prabowo Salah Ucap Asma Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW

Konon beberapa tahun lalu saat berkunjung ke kantor PBNU, pada waktu masuk sholat, Prabowo didaulat menjadi imam sholat, justru dia minta Yenny Wahid yang menjadi imam, dengan dalih katanya Yenny anak Kyai !!!. Sekali lagi ini bukan salah Prabowo, karena memang dia tidak menguasai pengetahuan tentang Islam.

Efek Aksi 812 Menolak ICERD di Malaysia Bagi Islam Kita

Jika kita memahami ICERD, sebenarnya tidak ada yang perlu diperdebatkan. Di pasal 1 tertulis seperti ini:
“…segala bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pengutamaan berdasarkan ras, warna kulit, keturunan atau kebangsaan atau sukubangsa, yang mempunyai maksud atau dampak meniadakan atau merusak pengakuan, pencapaian atau pelaksanaan, atas dasar persamaan, hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya atau bidang kehidupan masyarakat yang lain”

Obrolan (Imajiner) Bersama Bang Rhoma tentang Politik Indonesia

Ilustrasi

"Ya sudah, coba ganti nuansa. Yang biasanya postingan anda selama ini bernuansa ujaran kebencian, hoax, dan fitnah, coba anda hentikan dan ganti dengan seruan perdamaian, stop saling hujat dan pertikaian, utamakan Keutuhan Bangsa dan sebagainya."

"Berarti saya mendadak harus jadi bijaksana? Saya yang memulai dan saya yang harus mengakhiri?"

Umat Yang Dibawa Demo Berjilid-jilid

Islam politik  (baca: Islamisme) sering menggunakan kata “umat” sebagai branding,  yang tujuannya tidak lain untuk mengaduk-aduk emosi para audience. Memainkan emosi di media sosial merupakan cara efektif untuk mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hasilnya bisa dilihat sendiri, hanya dengan waktu singkat, mereka bisa mengumpulkan dan memobilisasi anggota, demi tujuan dan kepentingan politik mereka.

Pages