politik

Pena, Politik dan Kematian

Ilustrasi

Ketika mengajar di kelas, saya lebih suka pakai papan tulis dan spidol. Membuat bagan, peta dan tak terkecuali menulis aksara Arab/ayat Alquran. Sebenarnya bikin juga power point, tapi jarang saya tampilkan kalau tak terpaksa. Misalnya, menampilkan data gambar dan audio. Saya sering berkelakar di depan mahasiswa, jangan2 saya banyak bikin point2 tapi tak ada powernya. Apalagi kalau listrik mati. Hehehe.

80% Pelaku Hate Speech Di Medsos Partisan Secara Politik

Ilustrasi

Dampak terhadap Pemilu

Savic menilai banyaknya akun radikal yang dibentuk oleh kelompok partisan pasti terkait pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019. Dengan memainkan hoax dan ujaran kebencian, kata dia, bisa membuat polarisasi di masyarakat semakin menguat.

Penebar Hoax, Petarung Cengeng

Ilustrasi

Bos partai naik alphard berpendingin, wangi, nenteng hape mutakhir, lha kader-kader di bawahnya bingung bayar cicilan motor, mumet mikir harga beras dan rokok yang naik. Itupun belum mikir dana buat beli kuota untuk ber'jihad' menjadi cyber army sambil pisuh-pisuhan di medsos. Hahaha. Lha kalau sudah tercyduk, coba dicek, berapa sahabat yang mau menjenguk di bui. Boro-boro membantu, tanya nomor rekening buat membantu sewa pengacara saja nggak ada, kok.

Gerak Cak Imin Jadi Cawapres Jokowi

Ilustrasi

Apalagi peran Cak Imin memang besar saat 2014 lalu. Tanpa beliau dan alm. kyai Hasyim Muzadi, Jokowi mungkin kalah di Jatim akibat isu yang disebar oleh tabloid Obor Rakyat yang masif. Ada 10 dari 38 kabupaten/kota dimana Jokowi kalah di Jatim. Apalagi jika Gus Ipul-Puti (yang didukung PKB-PDIP) menang.

Mengapa Orang Padang Membenci Jokowi

Ilustrasi

Sampai tahun 1959, Konstituante belum berhasil membentuk UUD baru. Pada saat bersamaan, Presiden Soekarno menyampaikan konsepsinya tentang Demokrasi Terpimpin. Sejak itu diadakanlah pemungutan suara untuk menentukan Indonesia kembali ke UUD 1945. Dari 3 pemungutan suara yang dilakukan, sebenarnya mayoritas anggota menginginkan kembali ke UUD 1945, namun terbentur dengan jumlah yang tidak mencapai 2/3 suara keseluruhan.

Zaadit, Tolol Boleh Tapi Jangan Diperalat Kepentingan Politik

Ilustrasi

Salah satu ketololanku waktu kuliah di Bandung adalah malas kuliah, dan lebih rajin ikut aktivitas luar kampus. Suatu pagi ada mata kuliah yang aku malas hadir, dan lebih memilih tidur pagi di kamar. Nah teman kostku, teman baikku, ia pagi-pagi sudah berada di kelas. Dan karena ia sangat baik, maka ia "berbuat baik" dengan mengabsenkanku di kelas padahal aku tidak hadir, dan tidak pernah dalam sejarah aku minta titip absen. Dan ketahuan pula, alamak! Tolol yang tidak ketulungan, bukan?

Kemana Yang Cerewet Jaman Ahok?

Ilustrasi

 

Sebagai catatan penting, kritik para aktivis urban ini tentang rusunawa juga memiliki kemiripan bunyi kampanye Anies-Sandi tentang hak memiliki rumah di Jakarta dengan menekankan pada rumah tapak dengan dasar bahwa sebenarnya banyak tanah milik pemerintah provinsi di dalam kota yang bisa digunakan untuk membangun rumah bagi orang miskin.

Pages