pluralisme

Biar Dosanya Kami yang Tanggung

 

Beberapa tahun kemudian Sang Ibu meninggal. Dia dikubur secara Islam, tentu saja. Saat penguburan, beberapa muslimin masuk ke liang lahat untuk menerima dan menurunkan jenazah Bunda. Aryo dan Adi kepingin nyebur. Handai-taulan melarangnya.

"Ibumu sudah dimandikan. Dia sekarang suci, tak boleh dijamah oleh sesuatu yang haram," kata Tantenya yang beragama Islam..

Sing Waras Ngalah?

Apakah nanti mereka kelak mau menyadari kekeliruan mereka dan mau "bertobat" atau malah tambah gemblung, ya itu urusan nanti. Apakah nanti setelah kita ingatkan, mereka malah marah, mengingatkan, dan mendoakan kita agar mendapat "hidayah", ya itu urusan lain. Itu urusan mereka (dan urusan Tuhan "Sang Pengecat" cabe) tentunya, bukan urusan kita.

"Aisyah Biarkan Kami Bersaudara", Sebuah Review Santai

Oleh: Mumu Aloha
 

'Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara': Sebuah Review Santai

Pulang dari liburan ke Lombok, saya tergopoh-gopoh nonton film ‘Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara’. Film islami yang lain? Jenis film yang memadukan nilai-nilai religi dengan traveling? Tak ada informasi sama sekali, sekali posternya yang tak menggugah selera, dan judulnya ya lebih mirip judul paper mahasiswa antropologi semester satu tentang agama dan nasionalisme.

Apa Kabar, Gus?

Oleh: Denny Siregar

Berita di sah-kannya Gus Dur menjadi pahlawan nasional cukup membuat saya merenung sejenak.

Bukan gelarnya itu yang membuat saya merenung, karena saya yakin beliau sendiri orang yg tidak perduli akan itu, tetapi jadi teringat kembali sosoknya yang familiar dengan wajah tertawa.

Pages