pks

Mari Mengulas Penyebab Kebencian PKS Terhadap Jokowi

Hasil pilgub putaran pertama ternyata kurang menggembirakan. PKS sangat terkejut dengan hasil yang mereka peroleh. Seorang mantan ketua MPR dan tokoh terbaik mereka hanya mendapat sekitar 12 % suara. Jauh dari pasangan Jokowi-Ahok yang mencapai 42%. Hal ini disebabkan karena warga kota tidak terlalu familiar dengan tokoh HNW. PKS menyadari hal itu sehingga mereka mendorong HNW untuk turun langsung ke lapangan, meniru aksi blusukan Jokowi, Upaya ini tidak berhasil.

Bahaya Laten ISIS dan HTI Menghantui Gerindra

 

Ancaman radikalisme dan terorisme begitu nyata, terlihat pada gerakan yang dilakukan orang-orang dari partai busuk tapi berlindung di balik agama.  Dilihat dari sepak terjangnya, partai itu sudah dikuasai organisasi terlarang HTI dan teroris ISIS , dan kini tampil mengusung salah satu capres. Mereka ingin menggembosi suara Gerindra di Pilpres ini.

Syahwat Kekuasaan Gerindra-PKS

Dan belum genap 10 bulan menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memutuskan untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapresnya diiringi dengan bau busuk 1 T untuk memperoleh restu dari PKS - PAN. Prestasi apa yang telah ditorehkan oleh SU ? Nol Besar. Kemunculan "Anak Ajaib" ini mengalahkan hasil kesepakatan "para ulama". Untuk mengelabuhi publik, Anak Ajaib ini diberikan predikat Santri. Belum genap sebulan, predikat ulama telah disematkan. Oleh siapa ?

Bayang-Bayang Radikalis, Organisasi Terlarang HTI & Teroris ISIS Dibalik Capres

 

Lihatlah pada kelompok mana radikalis-radikalis itu menitipkan agendanya. Jelas sekali, mereka berkumpul di salah satu poros yang ikut berlaga dalam kontestasi Pilpres tahun 2019. Sang Capres boleh berkilah dan mengatakan apapun untuk tidak mengakui kenyataan di depan mata. Tapi entah sadar atau tidak, dia tampil dengan menggendong kekuatan radikalis.

Politik Gerindra, Politik All You Can Eat

 

Melalui Ijtima Ulama I, manuver PKS berhasil. Nama Salim Segaf diusulkan mendampingi Prabowo. Nama lain, Somad kayaknya cuma aksesoris. Mana mungkin mereka mau mendorong Somad yang gak bisa membedakan tol laut dengan kapal selam.

Jadi penceramah yang melawak di atas podium, Somad ok-lah. Tapi untuk jadi Cawapres kayaknya belum ada potongan. Makanya hasil Intima Ulama I itu bisa dibaca cara PKS menekan Prabowo untuk memilih Salim Segaf.

Pages