PKI

Tentang "Kebangkitan PKI"

Dalam masyarakat ‘kominis’ (ejaan khas mbah-mbah buyut saya), “Setiap orang memberi sesuai kemampuannya, setiap orang mendapat sesuai dengan kebutuhuannya.” Anda doktor, lulus S3 luar negeri, tidak usah pamer ijazah. Jika anak Anda cuma 1, Anda tidak berhak dapat bayaran lebih tinggi dari tukang parkir lulusan SMP yang anaknya 5. Itu adil dalam perspektif komunisme.

Apa yang gini laku? Emang enak “sama rata sama rasa”? Mimpi komunisme kiri-kira begini: “kalau mau kaya ya kaya bareng, kalau miskin ya miskin bareng.”

PKI? Jhancuk...!

Hari-hari belakangan ini, orang-orang PKI beneran (kalo masih ada yg hidup dan ngerti medsos) barangkali menggerutu dan misuh-misuh janchuk kepada mereka yg suka bawa dan jual nama PKI utk mengadu domba anak bangsa.
Dalam pikiran mereka mungkin, PKI itu sdh tinggal kenangan. Orang-orangnya, kalo masih hidup, mungkin usianya sudah di atas 80an, jalan aja sdh susah, makan-minum-tidur aja sdh nggak teratur, masih pula diisukan bangkit kembali. "Bangkit dari kubur? Janchuk...mikir realistis dikit ngape. Udah tua bangkotan masih ditunggangi pula...janchuk!!"

Hoax Menyebar Dengan Kejam

ilustrasi

Misalnya spt PHOTO (bukan produk jurnalistik) yg sedang rame dan viral saat ini, DIOPINIKAN ada seorang pendukung capres 01 gunain topi berlambang "palu arit" di arena debat capres.. info yg hanya sekedar photo, BELUM JELAS kebenarannya, bombastis dan memanjakan syahwat kebenciannya thd pihak tertentu dgn mudahnya ditelan tanpa dikunyah (cek en ricek) terlebih dahulu. Kemudian mereka ikut nyebarin dgn berbagai asumsi dan celakanya membuat KESIMPULAN kemana2...

Pages