pilpres 2019

Jokowi Lagi

Terima kasih Tuhan Engkau telah mendengarkan doa mayoritas rakyat Indonesia utk bisa merasakan kebaikan dan hasil kerja seorang yg berbudi luhur utk bangsanya, serta maafkanlah orang-orang yg telah khilaf, bukan soal tidak memilihnya, tapi yg telah memcaci maki dan memfitnahnya, semoga mereka belajar dari cara berfikirnya yg salah dan dari salahnya bisa menjadi pencerah.

Politik Manipulatif dari Yang Kalah

Tak penting menanyakan apa agama Shorten. Karena untuk seorang politisi, yang harus ditanyakan adalah apa sumbangan terbaiknya bagi tumbuhnya demokratisasi. Karena menjadi tugas mereka yang memilih jalan politik, untuk menjaga marwah kepentingan kebersamaan, bukan kepentingannya sendiri. Karena untuk kelompok terakhir, politik menjadi begitu manipulatif bagi yang kalah.

Ilusi People Power di Pilpres 2019 (Dan Manuver Menunda Kekalahan)

Namun manuver itu tak akan mengubah kekalahan Prabowo dalam Pilpres 2019. Paling jauh itu manuver dikenang sebagai upaya “hanya menunda kekalahan” belaka.

Baiklah kita kupas dua perkara utama. Pertama, Gerakaan melawan apa yang mereka sebut dengan pemilu curang. Kedua rencana aksi people power, ataupun yang kini diubah nama menjadi Gerakan Kedaulatan Rakyat.

-000-

"Perang" yang Kita Menangkan

Setelah penangkapan, polisi dihadapkan aneka polemik yang bisa berujung pada tudingan bahwa mereka bertindak represif pada rakyat. Tindakan polisi yang berhati-hati itu dipandang sebagai lembek dan lemah. Kesan ini ditangkap baik oleh para pentolan penyebar hoax. 

Mereka terus mengipas-ngipas pendukung mereka agar hati dan otak mereka panas. Karena itu setelah pelaku ujaran penggalan Jokowi dan janda tiga anak yang absen kentu ditangkap, sebaran hoax justru malahan makin seru dan muncul pelaku - pelaku baru

Puasa dan Keikhlasan Tanpa Syarat Apapun Keputusan Rakyat

Selama bulan Ramadhan ini, saya berharap tidak ada lagi kalimat yang bersikap selfish dan memaksa seperti : "Pokoknya saya harus menang, pokoknya saya harus dilantik jadi Pleciden". Insyaallah kita semua tidak akan melihat lagi adegan lucu seperti itu. Karena malaikat juga sudah tahu siapa yang jadi juaranya.

Elite yang Baperan

Jika ada para petugas KPPS di TPS-TPS yang berguguran, bisa dibayangkan, mereka kerja terus-menerus selama 24 jam. Dari pagi mempersiapkan, kemudian ke perhitungan yang bisa sampai pagi berikutnya. Bekerja dalam tekanan. Bahkan mungkin, mereka kerja lebih dari 24 jam, karena malam sebelum hari H, mereka juga sudah bekerja, menyiapkan tempat dan segala sesuatunya.

Pages