pilpres

Melihat Semut Item

Begitulah, dan wajarlah, jika ada yang mengatakan politik memang bajingan. Nggak tahu diri. Rakyat hanya dipakai pendorong kendaraan mogok. Hanya diperbudak sebagai alamat palsu. Begitu kursi kekuasaan didapat atas nama rakyat, mereka sama sekali abai. Menang tak siap, kalah apalagi! Mangkanya yang tampak lebih banyak sikap-sikap konyol. Tak ada kegelisahan bagaimana peradaban harus dibangun bersama.

Mensyukuri Kemenangan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin

ilustrasi

Untuk itu, selain Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin harus semakin menggenjot kinerja pemerintahan, kita harus menambah stok tokoh agama selevel Ust Yusuf Mansur. Tipikal tokoh agama yang ceramahnya digandrungi banyak teman-teman hijrah dan teman-teman Muslim radikal. Saya coba sebutkan misalnya Ust Solmed, Ust Maulana, dan lain serupanya.

Sengketa Pemilu Koq Menang

ilustrasi

Baca lagi: “Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi”. Siapa yang menang? Makna me-kan dalam “memenangkan” adalah “membuat jadi”. Secara logika berbahasa yang menang dalam kalimat itu adalah “Sengketa Pemilu”, bukan “Denny” atau “Kliennya”. Kalimat yang benar: ““Strategi Memenangi Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi”. Makna imbuhan “me-i” dalam “memenangi” adalah mendapat (ke)menang(an).

Mengusut Para Perusak Negeri Paska Putusan MK

ilustrasi

Saya membathin; "Jangan-jangan Jokowi akan menawarkan posisi Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak pada PKS karena Jokowi terobsesi 'keberhasilan' Ahmad Heryawan (mantan Gubernur Jabar dari PKS) dalam meningkatkan angka perdagangan perempuan dan anak-anak Sunda menjadi PSK di berbagai kota seluruh Indonesia?"

BPN Bermain Apologi Tentang Kecurangan

ilustrasi

Sudah di beri waktu, tempat dan kesempatan untuk membuktikan tuduhan kecurangan yang kalian sebut. Tapi kalian tidak bisa membuktikan. Bahkan membuat kebohongan baru. Tidak ada aspal di Juwangi. Sampai bu Beti diganti nama jadi bu Juwangi sama jubir kebanggan kalian. Saksi dikampung tidak melihat langsung, ingin menjelaskan apa yang terjadi di seluruh Indonesia. Emang dia punya mata malaikat ?. Pengacara yang heran kampanye banyak kok yang milih dikit. Lha udah tahu yang milih dikit kok pengin menang ?.

Pages