Pilkada

Kita Putuskan Mata Rantai Itu

Rakyat Jakarta 'pernah' merasakan bagaimana keberadaanya direken oleh pemerintah. Kita berharap kata 'pernah' tidak pernah terjadi. Artinya, siapapun yang akan memimpin Jakarta nanti rakyat tidak lagi cuma dihitung sebagai obyek. Tetapi justru dianggap sebahai subyek yang nyata.

Kita tahu bahwa Pemilu seringkali meninggalkan bekas yang panjang. Pilpres yang baru lalu membuktikan ada orang-orang yang tidak mau move on menghadapi kenyataan. Ada yang tidak bisa beranjak menerima hasil dari proses elektoral.

Muslim Memilih Paslon Non-Muslim? Kenapa Tidak?

Dulu juga tidak ada Undang-Undang atau peraturan lain yang membatasi kekuasaan eksekutif. Bahkan negara-negara mayoritas Muslim yang memakai sistem monarkhi pun (baik itu kerajaan, kesultanan, keamiran, dlsb) tidak lagi bersifat absolut karena mereka juga punya "lembaga dewan", ada undang-undang, memakai sistem pemilihan umum (meskipun terbatas di sejumlah negara).

Manipulasi Agama dalam Pilkada Jakarta

Salah satu yang saya amati di Jakarta adalah maraknya sejumlah kelompok yang saling menghujat dan memaki lawan, memanfaatkan sarana peribadatan untuk ajang kampanye dan memojokkan lawan, serta memanipulasi simbol, wacana, tradisi, ajaran, sejarah, dan teks-teks keagamaan untuk kepentingan politik praktis-pragmatis dan mendukung paslon tertentu.

Ormas Radikal dan Demokrasi yang Tersandera

 

Kedua, melalui mekanisme electoral threshold di mana mereka yang tidak memenuhi ketentuan batas minimal jumlah kursi di Parlemen tak bisa mendudukkan wakilnya di kursi DPR atau tidak boleh ikut pemilu berikutnya. Meski belum sepenuhnya berhasil, demokrasi Indonesia telah memiliki mekanisme sendiri untuk tidak tersandera oleh partai-partai kecil. Secara bertahap ini mengurangi jumlah partai politik peserta pemilu. Mekanisme ini sah secara legal dan demokratis.

Medan Debat yang Cocok untuk Anies

Jika Anies memaksakan ikut debat, bukannya akan menambah dukungan, tapi malah akan menggerogoti 39 % suaranya, karena dengan situasi kondusif sekarang ini setelah badai 7 juta manusia, maka setiap orang dapat dengan mudah menalar semua program Pasangan Calon Gubernur. Kecuali mereka yang pekok awet

Mungkin 4 kategori pemilih ini sebagai medan perjuangan Anies dan cheerleadernya

Ini yang Terjadi Jika Anies-Sandi Menang Pilkada

Dengan mengalirnya dana ke kantung ormas agama, para pemain politik dan politikus memastikan bahwa mereka didukung oleh "umat Islam" yang menjadi kekuatan terbesar di negara ini.

Situasi ini sudah berlangsung puluhan tahun lamanya dan mereka - para ormas agama - itu berkembang biak dengan menjual ayat sesuai kepentingan pembelinya. Mereka juga meraih banyak pengikut dan simpatisan yang sedang mencari "petunjuk" dengan menggelar pengajian dan mimbar2 Jumat di masjid mereka.

Tolak Sholati Jenazah, Wujud Pelaku Tak Fahami Agamanya

Ilustrasi

Atas dasar itulah Khawarij lalu mengkafirkan kubu Khalifah Ali dan kubu Mu’awiyah bin Abu Sufyan, lantaran kedua pihak sama-sama menempuh tahkim (arbitrase) demi mengakhiri Perang Shiffin.  Arbitrase semacam itu, bagi Khawarij, sama halnya dengan berhukum dengan aturan buatan manusia dan mengabaikan hukum Allah. Dan berpedoman dengan hukum manusia, buat Khawarij, adalah suatu tindakan kufur. Pelakunya layak dibunuh.

Pages