Pilkada DKI Jakarta

Setelah Pilkada DKI Usai : Mengurai Kekalahan Badja

2. Paslon 2 tidak mampu menggalang pemilih di luar basisnya, yaitu kelas menengah dan menengah keatas saja. Sementara para pemilih lapis bawah memiliki kecenderungan utk memilih Paslon 3, khususnya karena tertarik dengan isu-isu peningkatan kesempatan kerja dan perumahan. Peningkatan jumlah pemilih, dari 75% pd putaran 1 menjadi 80% pada putaran 2, menunjukkan peningkatan partisipasi pemilih DKI, khususnya di lapi sbawah yg sebelumnya golputers atau peragu (doubters).

Tamasya Al Maidah : Mobilisasi atau Pengawasan?

Sebaliknya saya sependapat dengan isi Maklumat Bersama yang diteken oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya, KPUD DKI Jakarta, dan Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, yg antara lain berbunyi "setiap orang dilarang melaksanakan mobilisasi massa yang dapat mengintimidasi secara fisik dan psikologis dalam bentuk kegiatan apapun, yaitu yang akan datang ke TPS di Jakarta bukan untuk menggunakan hak pilihnya, karena dapat membuat status keamanan dan ketertiban massa di Jakarta kurang kondusif."

Budi Waseso Ikut Pilkada, Siapa Yang Untung dan Rugi?

Oleh : Susy Haryawan

Makin ramai dan makin riuh rendah pilkada DKI. Bakal calon saling menjual diri baik dengan pantas ataupun tidak. Belum lagi parpol pelaku utama, yang merasa tersingkir juga mulai gerah dan panas sebentar, menggigil kedinginan. Berlomba-lomba menyatakan mau mengusung si A atau si B, dan kadang ada yang membantah baik oleh bawahan atau atasan dari parpol yang sama.

Pages