pilgub dki

Agus, Ahok, Anies Mewakili Dirinya Sendiri

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Banjir di Jabar lebih disebabkan karena manajemen drainase yang belum tertata dan curah hujan tinggi. Bukan karena Gubernurnya dari PKS.

Demikian juga, berkurangnya banjir di Jakarta, disebabkan hasil dari keseriusan mengelola sungai dan fungsi drainase. Bukan karena Gubernurnya Tionghoa dan Kristen.

Ini menyangkut kemampuan manajerial dan konsistensi pembenahan tata kota. Gak ada hubungannya dengan agama, partai dan etnis seorang Gubernur.

Belum Juga Kampanye Dimulai

Oleh: Fauzan Mukrim
 

Belum juga masa kampanye resmi dimulai, Pilkada DKI ini sudah "makan korban". Tadi malam sudah ada teman yang ribut gara-gara ini. Putus hubungan silaturahim, melalui Fesbuk pula. Sungguh celaka. Belum ngopi-ngopi, sudah berantem.

Saya juga kena imbasnya. Niatnya cuma mau diskusi dengan seorang abang yang saya anggap paham, mengenai apa bedanya "ghirah dengan amarah" dan bagaimana membedakan keduanya, malah dibalas dengan emosi. Ya sudah. Pilkada ini memang bikin orang jadi sensi kayak pantat bayi.

Memilih Pelayan, bukan Pemimpin

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Kamu lebih suka Gubernur yang penantang-petenteng merasa jadi pemimpin. Apa Gubernur yang mau jadi pelayan rakyat?

Gubernur itu digaji dari uang pajak. Yang bayar pajak ya, rakyat. Jadi sejatinya, kita yang menggaji Gubernur. Masa orang yang digaji betingkah merasa merasa lebih tinggi kedudukannya dibanding yang memberi gaji. Masa karyawan mau memimpin owner?

Ahok, Tetaplah Menjadi Jongos Ibukota

Oleh: Novriantoni Kahar
(Alumnus Al Azhar, Kairo, dosen Univ Paramadina)

 

Kalau tidak ada aral melintang atau kondisi force majeure menjelang Pilkada Gubernur DKI Jakarta 15 Februari 2017 nanti, saya akan tetap berada di sisi cahaya. Maksud saya, akan tetap memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias pasangan Ahok-Djarot. Saya tak akan berpaling kepada selain cahaya walau ada secercah dari Universitas Paramadina tempat saya mengajar ataupun sebercak dari seorang putera mahkota Dinasti Cikeas.

Ahok untuk Kesembuhan Negeriku yang Sekarat

Oleh: Djati Erna Sahara
 

Sejak Ahok menjadi Gubernurku, kota kelahiranku ini menjadi sangat menarik perhatian, sehingga aku menjadi lebih sering membuat catatan2 kecil yang berisi jejak2 perubahannya...

Aku mengamati perubahan demi perubahan sejak pak Gubernur masih menjadi wagub pak Jokowi...

Belum pernah aku melihat wagub yang sedemikian aktif dan menonjol membantu mengatasi pembenahan kota semrawutku itu...

Pages