pilgub dki

Gini, Hok...

Nyantee saja Hok, candaan sama anak, ngelukis, berkebun dan malamnya bercinta dengan istri, suap-suapan, nikmati hidup sama keluarga penuh kasih, penuh cinta, tulus dengan mereka, nggak usah urus mereka yang hobby caci maki loe, ngga usah denger mereka yang koar koar mau gantung loe, karena mereka jarang diajarkan kasih sayang, nggak ngerti mencintai sesama mahluk dan kurang bercinta dimalam hari

Mau Jadi Cicak Apa Burung Pipit?

Untung saya sadar bahwa saya tidak punya sorban dan saya juga sama sekali tidak paham soal ‘hek menghek’. Lha wong kalau memori HP saya penuh saja saya sudah kelabakan apalagi kok soal hacking antar negara macam begini. Mana pahamlah awak ini…! Tapi hati saya menenangkan, “Yang penting ghirrah untuk berjihadnya, Bung! Niat saja sudah dapat pahala. Apalagi kalau ikut menyebarluaskan ajakan jihad fisabilillah ini. Ingat! Ini masalah hidup dan matinya umat Islam dan siapa yang tidak tergerak hatinya insya Allah hidupnya seperti cecak dalam kisah Nabi Ibrahim.

Ahok Berhutang pada Rakyat, Anies Berhutang pada Sandi

Macam-macam cara pasangan ini mengumpulkan duit. Ada yang menjual merchandise, mengadakan gala dinner, sampai membuka rekening sumbangan. Bahkan ada orang yang memberi sumbangan sebesar Rp 10 ribu.

Bukan hanya sumbangan langsung. Puluhan ribuah rara relawan yang bergerak juga membiayai sendiri aktifitasnya. Tanpa dibayar. Bahkan mereka membeli sendiri atribut kampanye seperti baju kotak-kotan, kaos atau merchandise lain.

SBY Baper, Rizieq Blunder, Agus Klenger

Bapernya yang gak ketulungan benar-benar fatal untukmu, Gus. Rangkaian curhatnya di Twitter bukan membuat orang simpati malah jadi bahan ketawaan. Apalagi ditambah memomu yang galak di Intagram, dan istrimu yang emosian di Path. Orang gak rela punya gubernur yang seluruh keluarganya hobi menyemprot orang di media social.

Masa Depan Politik Masih Terbuka Lebar untuk AHY

Apalagi politik Jakarta yang penuh gejolak, banyak tikus, musang dan kupu-kupu. Dibutuhkan pengalaman untuk mengenali setiap tikungan agar bisa membaca arah angin. Setidaknya bisa membaca kenyataan adalah kenyataan. Dan laporan yang masuk dari sekelilingnya bisa saja berbeda dari kenyataan.

Tapi apapun hasilnya, Agus sudah mencicipi riuhnya demokrasi. Setidaknya itu bisa menjadi bekal buat karir politik selanjutnya. Mungkin saja SBY tidak lagi ragu menurunkan tahta Partai Demokrat pada putra sulungnya ini.

Waspadalah, Ahok!

Sulitnya mendata pemilih karena banyak pendukung Ahok yang tinggal di apartemen2, rusun dan komplek perumahan. Ketika didatangi, mereka tidak ada di tempat dan juga tidak melaporkan keberadaan mereka.

Mereka baru datang saat pencoblosan siang hari dan - tentu saja - kehabisan surat suara. Sedangkan panitia yang berada di TPS dengan ketat mengikuti peraturan KPUD.

Ini menjadi PR bersama antara warga dan relawan Ahok.

Pages