petani

Jagung

ilustrasi

Saya memandang hamparan tanaman kangkung, bayam merah, sawi, melon golden, melon cantaloupe, kemangi, ubi kayu, ubi jalar dan tentunya jagung.

Lokasinya tak jauh dari bandara Soetta. Saya mengalami batin yg campur aduk. Melihat kebahagiaan petani sembari waswas dgn merangseknya pembangunan bandara sebagai sebuah konsekuensi pertumbuhan volume ekonomi dan masyarakat.

Antek Orba dan Kritik Kepada Pemerintah

ilustrasi

Ini juga komentar oposisi yang memprihatinkan dan nggak mau melihat fakta. Dia jelas bukan orang yang ingin bergerak maju. Orba adalah sejarah buram negeri ini. Dimana penguasa membungkam suara yang berbeda tanpa proses hukum. Mahasiswa bisa weselnya distop oleh aparat gara-gara mengkritik pemerintah. Tentu banyak lagi daftar dosa2 Orba sehingga muncul reformasi menurunkan Suharto. Jangan lupa.

Tak Ngaruh Dollar, Sektor Pertanian Dongkrak Perekonomian Nasional

Dollar silahkan naik sesuai pasar Internasional tapi kinerja pembangunan pertanian dalam kurun waktu tahun 2014 hingga 201 telah mampu mendongkrak perekonomian nasional. Pada kurun waktu ini, sektor pertanian masih dominan dalam penciptaan nilai tambah dalam perekonomian nasional. 

Psy War Ketahanan Pangan

Ilustrasi

Begitu juga dengan wacana dan rencana impor beras nanti. Sampai-sampai dibilang mau membunuh petani. Kalau mau bunuh petani itu gampang Cin (micin)! Cukup dicabut aja subsidi pupuk dan benih buat petani. Pasti biaya produksi langsung meroket. Trus dampaknya apa? Harga gabah kita ikut meroket dan kalah bersaing dengan beras impor. Ibaratnya, kita sedang melakukan "bunuh diri" massal. Padahal Ketahanan Pangan itu ibarat nyawa sebuah negara. Maka dari itu Swasembada Pangan menjadi Program Prioritas dari Pemerintah.

Bertani Jaman Now?

Ilustrasi

Petani dianggap bukan profesi yang menjamin finansial di tengah naiknya harga-harga kebutuhan hidup, apalagi untuk investasi masa depan. Kini, orang lebih memilih bekerja di industri pinggiran kota penyangga. Orang berbondong- bondong meninggalkan ciri agrarisnya sebab (menganggap) tak ada lagi penghidupan layak di dalamnya. Sesungguhnya, pemerintah tidak bisa cuma sekadar mengimbau dan menyindir. Pemerintah justru harus bertindak.

Wajah-Wajah Bahagia

Ilustrasi

Rupanya, suasana informal ini berlanjut. Secara spontan para petani memanfaatkan waktu untuk ngobrol yang berlanjut dengan curah pendapat (curhat). Suasana yang awalnya santai kemudian berkembang menjadi serius. Semua unek-unek keluar tak terbendung. Chalid Muhammad yang saat itu juga berada di sana berceritera pada saya betapa ia terharu melihat antusiasme rakyat, ngobrol dengan Bu Menteri secara bebas. Melalui WA Chalid berceritera:

Pages