Petahana

Pilkada dan Kezaliman di Balik Topeng Kesalehan

Meski demikian, aku menyaksikan hal yang berbeda. Linimasa di jagat sosmed menampilkan wajah tak ramah. Perbedaan masih saja disikapi dengan marah-marah dan puncaknya kerap kali menuding pendukung petahana sebagai kaum munafik yang diharamkan menshalatkan jenazahnya.

Aku memilih bersuara demi Ibukota tercinta, Ibukota yang gagah menjadi sculpture Indonesia Raya. Maka dalam konteks Indonesia yang bukan negara agama, penjelasanku berikutnya semoga dapat membuka mata hati kita semua.

Pages