Pertanian

Paradoks Tentang Kampanye Pangan Prabowo Sandi

ilustrasi

Seringkali Jokowi mendatangi atau berbelok arah ketika melakukan kunjungan. Dan orang yang ditemui benar-benar bukan orang tunjukan. Sehingga apa yang disuarakan murni dari hati nurani. Inilah yang tidak di mengerti Prabowo maupun Sandi ketika menggali informasi. Terlihat sepele tapi faktanya jelas berbeda.

Akibatnya sangat fatal, publik maupun media akan dengan mudah menunjukkan bahwa lontaran Prabowo Sandi bukan lontaran tepat bahkan salah.

Jagung

ilustrasi

Saya memandang hamparan tanaman kangkung, bayam merah, sawi, melon golden, melon cantaloupe, kemangi, ubi kayu, ubi jalar dan tentunya jagung.

Lokasinya tak jauh dari bandara Soetta. Saya mengalami batin yg campur aduk. Melihat kebahagiaan petani sembari waswas dgn merangseknya pembangunan bandara sebagai sebuah konsekuensi pertumbuhan volume ekonomi dan masyarakat.

Psy War Ketahanan Pangan

Ilustrasi

Begitu juga dengan wacana dan rencana impor beras nanti. Sampai-sampai dibilang mau membunuh petani. Kalau mau bunuh petani itu gampang Cin (micin)! Cukup dicabut aja subsidi pupuk dan benih buat petani. Pasti biaya produksi langsung meroket. Trus dampaknya apa? Harga gabah kita ikut meroket dan kalah bersaing dengan beras impor. Ibaratnya, kita sedang melakukan "bunuh diri" massal. Padahal Ketahanan Pangan itu ibarat nyawa sebuah negara. Maka dari itu Swasembada Pangan menjadi Program Prioritas dari Pemerintah.

Bertani Jaman Now?

Ilustrasi

Petani dianggap bukan profesi yang menjamin finansial di tengah naiknya harga-harga kebutuhan hidup, apalagi untuk investasi masa depan. Kini, orang lebih memilih bekerja di industri pinggiran kota penyangga. Orang berbondong- bondong meninggalkan ciri agrarisnya sebab (menganggap) tak ada lagi penghidupan layak di dalamnya. Sesungguhnya, pemerintah tidak bisa cuma sekadar mengimbau dan menyindir. Pemerintah justru harus bertindak.

Pages