persatuan

Terima Kasih FPI, Terima Kasih HTI

Ilustrasi

Sungguh pak Prabowo ini cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Kami kagum takjub melihat HTI FPI seperti kerbau dicocok hidungnya didepan dia, dan bersedia berada dibelakang dia. Ini mukjizat, dia punya mantera ajaib yang mampu menyamarkan segala identitas dan jatidiri sebenarnya, sehingga HTI FPI terkecoh dan mau mendukung dia. Kalau bukan karena campur tangan dari Allah, dia tak bisa melakukannya. Padahal dialah harapan kami terbesar untuk menggebuk siapapun yang punya mimpi khilafah.

Banser Itu Ga Ada Nyalinya

Ilustrasi

Mau petasan ditaruh di atas kepala, jika Kiyainya bilang diam! Biar kiyamat tinggal 2 hari, petasan pun akan meledak dalam hitungan detik, mereka para Banser tidak akan bergeming sedikitpun. Karena bagi mereka para Banser yang notabenenya Santri, membantah apalagi berinisiatif melangkahi dawuhnya Guru bukan hanya kuwalat, tapi dosa besar. Paham!

Ketika NU Menunjukkan Kekuatannya

Ilustrasi

Meskipun begitu tidak ada yang teriak kofar-kafir, teriak bunuh, tak ada caci maki, gak ada yang melawan aparat. Gak ada yang bilang: "Yang tidak ikut rapat akbar NU berarti munafik, kafir, ahli neraka". Tidak ada yang mengklaim, "Ini membela Islam, menentang rapat akbar berarti musuh Islam". Karena wong NU itu manut kyaine, diajari nurut, diajari sopan santun.

Keluarga Papua, Keluarga Indonesia

Ilustrasi

Jokowi dan Iriana membangun keluarga Papua. Dari sisi populasi, Papua tidak menyumbang suara secara siginifikan dalam Pilpres. Ini bukan soal kekuasaan. Dan memang bukan itu tujuan Jokowi. Lelaki kurus yang tangguh itu - bersama istrinya - hanya ingin merangkul anak-anaknya di Papua. Ia hanya ingin mencium mereka, menggendong mereka, memanusiawikan mereka. Ia hanya ingin membangun keluarga Papua.

Pages