Pernyataan

Pocong Buat Bowo

Ilustrasi

Saat terdesak, jurus pamungkas pembelaan diri yang dikeluarkan ialah bahwa itu hanya bercanda. Publik makin bingung apa dengan ulah bowo. Apa yang di mata publik dianggap serius, hanyalah candaan menurut bowo. Yang untuk bercanda, lucu-lucuan dan fiksi malah dianggap serius oleh bowo. Contohnya, novel fiksi dijadikan sebagai dasar bagi bowo untuk menyampaikan pesan bahwa 2030 Indonesia bakal bubar.

Menelaah Kemungkinan BIN Memasang Bendera ISIS Di Rumah Rizieq Shihab

Ilustrasi

Dan, Tujuan Intelijen Negara adalah mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan
menyajikan Intelijen dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasional.

Mengapa Sandiaga Makin Kurang Ajar dan Tak Beretika?

Ilustrasi
Tapi untuk memberikan efek jera, menurut saya Mendagri Tjahjo Kumolo harus berani tegas merekomendasikan kepada Presiden agar Sandiaga ini diberikan sanksi yang sangat tegas minimal berupa teguran keras. Kalau ada kepala daerah bersikap melawan dan kurang ajar kepada Presiden kemudian hanya didiamkan saja, hal ini akan menimbulkan PRESIDEN BURUK dalam etika ketatanegaraan negara ini. Kita tidak bisa mengharapkan atasan langsung Sandiaga Uno yaitu Gubernur Anies Baswedan mau menegur wakilnya.

Advokat Saiful Huda Tantang Prof Yusril

Ilustrasi

Bedanya: 1. Yusril sudah profesor sedangkan saya belum. 2. Prof. Yusril pernah mondok di pesantren mana gak jelas, sedangkan saya jelas. 3. Prof. Yusril sudah menulis buku apa saja gak jelas, sedangkan saya jelas. 4. Prof. Yusril pernah menjadi pembantu Soeharto sedangkan saya oposisinya. Prof. Yusril pernah mendukung dan melawan Gus Dur tapi saya mendukung Gus Dur. Prof. Yusril melawan Jokowi dan Ahok sedangkan saya malah mendukung Jokowi dan Ahok. Prof.

Surat Terbuka : Jawaban Atas Statemen Eggi Sujana

Ilustrasi

Kedua. Umat Hindu berdoa sehari-hari dengan mantram Puja Tri Sandhya yang terdiri dari 6 bait, diambil dari kitab suci Weda. Pada bait ke 2, diantaranya berbunyi “Eko narayana na dwityo asti kascit”, artinya "Tuhan itu hanya satu, tiada yang kedua". Lalu mengapa ada begitu banyak nama, Brahma, Wisnu, Siwa, Rudra, Agni dan ribuan nama lain ? Jawabannya ada pada pada bait ke 3, berbunyi “Om Twam Siwah Twam Mahadewah, Iswarah Parameswara, Brahma Wisnusca Rudrasca, Purusah Parikirtitah”.

Pages