Perhatian

Antara Aku, Ahok, Jokowi Dan Prabowo

ilustrasi

Rajin membaca dan menganalisa setiap berita, ditambah membaca tulisan - tulisan kakak-kakakku Ade Armando, Denny Siregar, Eko Kuntadhi, begitu banyak hasil kerja Jokowi membuat diriku semakin hari semakin jatuh cinta. Semakin hari semakin melihat dan bertanya, kenapa Prabowo banyak didukung orang-orang yang ingin merubah dasar negara ini dan bagaimana mereka melakukan segala cara untuk merebut kekuasaan, membuat aku merasa “berada di Gerbong yang salah".

Serendah-Rendahnya

ilustrasi

“Aku jual rumahku di Menteng, pindah ke kawasan Bekasi, menggunakan selisih penjualan dan pembelian ke dalam bisnis baru. Gak mudah. Para supplier tak lagi melihatku mengkilap. Term of payment yang mereka ajukan terasa mencekik. Kepingin rasanya gua gampar muka-muka mereka karena begitu gampang melupakan masa-masa gemilang gua. Ini gua, Franky, yang dulu membanjiri toko lu pade dengan order sebukit. Anjing.”

Melayani

ilustrasi

Yesus memanggil mereka semua untuk menjungkirbalikkan wawasan mereka. Mau jadi besar? Boleh! Mau jadi pejabat? Sila! Mau jadi kaya? Ambil! Yesus tidak melarang itu semua. Kata Yesus, “Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”. Dengan kata lain bukan berpikir untuk diri sendiri, tetapi berwawasan pada kesejahteraan orang lain.

Aceh Juga Diperhatikan Presiden

Ilustrasi

Ada pula, tak tinggal di Jakarta atau Bodetabek, mengatakan Menhub tolol hanya karena berita secuil di koran, tentang kekisruhan di stasiun Duri seminggu ini. Anda tak pernah ke Jakarta berani berkomentar sok tahu tentang jalur kereta di Jakarta. Hanya karena Anda benci semua yg berkaitan dgn Jokowi, trmasuk Budi Karya

Jangan Kau Bunuh Literasi

Ilustrasi

Kau maki-maki tetanggamu yang masak babi dengan cara direndang. Kau mendatangi rumahnya lalu kau angkat kualinya dan kau buang masakannya. Bukan begitu cara mengolah babi kau bilang dengan tak henti muncungmu itu memaki.

Kalau kau tak suka tulisannya, jangan baca, cungkil matamu, potong jarimu. Jangan literasi kau bunuh. Karya orang kau laporkan untuk di hapus.

Pages