perguruan tinggi

Dukungan Fenomenal Relawan Intelektual Di Injury Time

ilustrasi

Dengan tidak mengecilkan peranan organ relawan militan seperti GKJo, GK Ladies, GKSW, PERTIWI, PROJO, RADEN, JAPRI, SRIKANDI TUMBUK, FORBIN, BRAVO 5, EMJI dan lain-lain, kontribusi peranan Relawan Intelektual di seluruh Indonesia dalam membantu kemenangan Jokowi-MA sangat signifikan. Dan hal ini merupakan fenomena yang baru terjadi pada Pilpres 2019. Disamping itu para relawan intelektual ini juga mempunyai kontribusi besar dalam mensukseskan GERAKAN PUTIHKAN GBK SENAYAN pada 13 April 2019.

Mengapa Saya Golput?

ilustrasi

Partai bertambah tapi miskin ideologi. Aspirasi membuat partai politik cukup tinggi namun tak berbanding lurus dengan tingginya tawaran ideologi atau perjuangan politik yang ingin diwujudkan. Sebagian besar partai tidak aktif kecuali pada musim pemilihan. Keanggotaan resmi partai sangat rendah. Organisasinya lemah. Kesetiaan kepada partai sangat longgar, baik di kalangan pemilih maupun politisinya.

Menyikapi Asistensi Agama Di Universitas Negeri

Ilustrasi

Setelah fase mata kuliah Agama, dimulailah fase baru berupa ajakan untuk ngaji berkelompok lebih kecil di kos2an. Pas saya, yang "megang" (kemudian hari sy baru tau itu adalah murobbi) langsung ketua BEM Fakultas. Selalu di kamar kos saya. Karena 5 atau 6 orang kawan laen orang Bogor atau kamarnya tak seluas kamar saya.

Halo UGM, Ngapain Datangi Sugi Ke Kampus?

Ilustrasi

Tak heran pula jika sekaliber Syekh Ramadhan al-Bouthi menyanggah pujian bahwa ia adalah Ghazali dijaman ini. Katanya, "Satu hari kehidupan al-Ghazali setara dengan kualitas seluruh usia saya".

Dinamika yang dihadapi umat semakin berkembang. Disisi lain kualitas 'ulama' tidak lebih baik dari sebelumnya.

Ini 7 Alasan Perppu No 2/2017 Harus didukung

Ilustrasi

Pertama, Tujuan dari Perppu No. 2 tahun 2017 itu sendiri adalah melindungi rumah kita bersama bernama INDONESIA dari radikalisme yang ingin mengganti dasar negara. Jadi kita harus senantiasa meletakkan tafsir Perppu ini pada tujuan mulianya.

Mengimport Rektor?

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Saya tergelitik untuk menanggapi wacana yang sedang menggelinding tentang perlunya mengimpor rektor untuk membenahi kampus dan agar membuat universitas-universitas di Indonesia "berkelas internasional". Seperti dikutip Pak Azra, Menteri Nasir menjadikan Saudi sebagai salah satu contoh negara yang "mengimpor" rektor sehingga mampu mengangkat ranking dan reputasi sejumlah kampus di kerajaan ini di tingkat internasional.

Pages