perempuan

Inneke, Elvy dan Neno Warisman

Ilustrasi

Pun begitu dengan Neno Warisman. Sikap eksklusifisme pasca "hijrah" juga begitu kuat. Bukan hanya dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bahkan lebih parah. Tidak jarang menghasut, menebar hoax bahkan ujaran kebencian terhadap pemerintah atau siapapun yang tak sepaham (politik) dengan dirinya. Mulai hashtag Ganti Presiden, demo di depan Markobar, rekayasa mobil dibakar, hingga rumor hubungan terlarang dengan seorang politisi oposisi.

Perempuan dan Kebencian

Ilustrasi
Ah, banyak luka di hari ini, yg bertepatan dengan Hari Ibu Internasional. Yang terbaru, tentu saja pelaku bom di Surabaya juga seorang perempuan. Sangat disayangkan. Bagi teroris, perempuan kerapkali digunakan sebagai alat teror untuk penyemangat teroris laki-laki untuk berani melakukan amaliyah termasuk bom bunuh diri. Mereka dijadikan pelecut semangat 'jihad' bagi yang lain. 
 

Perempuan Pendobrak

Ilustrasi

Hari ini menemukan foto menarik yang mengingatkan esensi dari Kartini ataupun figur perempuan-perempuan diatas. Tiga perempuan di panggung nasional ini seakan mencerminkan satu grup karakter perempuan yang unik: tegar, mandiri, gak klemak klemek dan berani menentang arus mainstream. Saya ingin mengkontraskannya dengan satu group lain warisan orde Baru: group ‘ibu’. State ibuism, demikian sebuah analisa menggambarkan mereka.

Jangan Pernah Takut, Diam, Atau Malu Alami Pelecehan Di Tempat Umum

Ilustrasi

Tapi beberapa saat kemudian, saya ngerasa lagi ada sesuatu yang bergerak maju-mundur di paha saya. Rasanya? Dunia seakan-akan gelap. Saya udah gelap mata dan akhirnya balik badan dan bilang ke dia itu, "Heh mas, jangan kurang ajar ya. Ga punya sopan santun. Ngapain gesek2 ke paha saya? Gila ya?", wah langsung gaduh. Dia langsung mundur ke belakang sambil bilang, "saya ga ngapa2in kok mbak" dan lain sebagainya. Semua bapak-bapak dan mas-mas di sekitar saya langsung narik kerah baju dia dan 'bag bug'.

Hari Ibu Menyerupai Orang Kafir?

Ilustrasi

"Ketahuilah bahwa Tasyabuh (menyerupai) dengan Ahli kitab tidak makruh dalam semua hal. Kita makan dan minum, mereka juga melakukan hal itu. Keharaman dalam tasyabuh adalah (1) Sesuatu yang tercela (2) Kesengajaan meniru mereka. Sebagaimana disampaikan oleh Qadli Khan dalam Syarah Jami' Shaghir. Dengan demikian jika tidak bertujuan menyerupai ahli kitab maka tidak makruh" (Al-Bahr Ar-Raiq 2/11)

Mengingat Kembali Peran Ibu

Ilustrasi

Manusia sudah berubah. Sebab itu suami tidak perlu kaget saat mendapati istrinya tidak memiliki sifat keibuan, demikian sebaliknya istri tidak perlu kaget saat suaminya tidak punya sifat kebapakan. Jika tidak bisa saling menyadari, setidaknya seorang istri yang keibuan juga belajar menjadi istri yang keibuan dan kebapak-an, sebaliknya suami menjadi bapak sekaligus keibuan.

Pages