perempuan

Jilbab, Pakaian Taqwa Seekaligus Ekslusifitas Kebencian

Ilustrasi

Hidup ini butuh biaya, behijab panjang butuh biaya, sholat butuh biaya, umroh butuh biaya, sekolah butuh biaya, bahkan untuk bertausyiah pun butuh biaya. Tidak ada aktifitas yang tidak membutuhkan biaya. Dan keseimbangan dalam hidup antara beribadah dan mencari uang sangat ditekankan baginda Rosul, bhw kita wajib mengejar dunia sekencangnya seolah2 akan hidup 1000 tahun lagi, dan kita wajib beribadah kepadaNya dengan giat seolah2 akan mati besok.

Yang Sunah itu Monogami bukan Poligami

Ilustrasi

Ayat di ataslah yang selalu dijadikan dalil poligami. Bahwa poligami--katanya-- syariat Islam yang digariskan Al-Qur'an. Poligami adalah sunah Rasul karena Rasul berpoligami. Lebih ekstrem lagi bahwa suami yang hendak berpoligami tidak perlu izin dari istri pertamanya. Jauh lebih parah dari itu kini justru para perempuan Muslimah sendiri yang meminta dirinya dipoligami.

Kenapa Perempuan yang Selalu Disalahkan?

 

Lalu, soal lokalisasi prostitusi juga perempuan yang disalahkan. Kaum "begenggek" yang dihina dan dinistakan. "Begenggek" adalah sebutan untuk PSK (ingat PSK bukan PKS he he) dalam Bahasa Jawa Pantura. Tudingan tidak pernah ditujukan untuk para lelaki yang punya burung yang suka jajan sembarangan?

Sejumlah penceramah dan ustad unyu-unyu juga sering kali (jika bukan selalu) menjadikan perempuan sebagai "obyek" yang tertindas bukan "subyek" yang berperan penting dalam masyarakat.

Terkait Al Maidah 51, Lembaga Fatwa Mesir Bolehkan Pemimpin Non Muslim dan Perempuan

REDAKSIINDONESIA-Lembaga Fatwa Mesir (Darul Ifta' al-Mishriyyah) mengeluarkan fatwa pada 12 Oktober 2016 tentang bolehnya pemimpin non muslim dan perempuan.

Jawaban (fatwa) itu merupakan respon atas permintaan fatwa (istifta') yang diajukan oleh pemohon.

Keadilan Yang Tidak Adil

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Pernah teman saya bercerita bahwa dia di somasi oleh pacarnya karena tuduhan mencuri sperma. Mengapa ? Karena dia hamil. Padahal sudah ada perjanjian selama pacaran dia tidak boleh hamil. Tapi pengadilan Hong Kong memenangkan pacarnya. Test DNA membuktikan anak itu benar milik pria pacarnya. Dia menerima kalah dan membayar demi anak yang dia lahirkan. Dia harus membayar sebesar HKD 2 juta atau seniali Rp. 3,5 miliar kepada pacar laki lakinya.!

Pages