Penyebar Hoax

Beda Hoax dan Janji Politik

 

Sedangkan,

Janji politik adalah harapan, keinginan, tekad, sasaran yg ingin dicapai seorang calon Pemimpin. Dalam realisasinya bisa seluruhnya tercapai bisa juga tidak.

Pemerintah berjanji ekonomi akan meroket 7%, tapi kenyataannya sekarang 5 %. Apakah pemerintah bohong? Tidak, target 7% adalah keinginan pemerintah.

Pemerintah bisa dikatakan bohong jika kenyataannya ekonomi 5 % tapi Pemerintah klaim 10%. Jika fundamental ekonomi kita buruk, tapi pemerintah mengatakan aman-aman saja, itu namanya bohong.

Menyebarkan Kebohongan Itu Tindak Pidana, RS Dikorbankan

 
Kawan saya datang ke rumah, dia melihat kaki saya bengkak terkilir, dia tanya kenapa kaki saya? Saya jawab, habis digebukin Gubernur. Padahal kaki saya terkilir karena terperosok masuk parit. Saya malu mengakuinya, maka saya berbohong atau saya jawab dengan bercanda saja. 
 

Pemalsu Hadist, MCA dan Penyebar Hoax

 

Sebagai rujukan kedua setelah Quran, tentu saja adalah perkataan Nabi. Dengan berjalannya waktu, kondisi sosial politik masyarakat muslim juga berubah, menyebabkan mulainya ada misinformasi/disinformasi yang merusak perkataan Nabi. Ada yang karena lupa, ada yang karena kalimatnya terbalik, tapi mulai muncul juga kalimat rekayasa untuk kepentingan politik.

Mengapa Hoax Laku di Kalangan Terdidik

 

Saat ini media penyebar hoax/hasut memanfaatkan internet dan internet ini justru sangat mudah diakses oleh kalangan menengah atas. Kalangan yg otomatis punya akses ke tingkat pendidikan yg lebih tinggi. Sebaliknya, di kalangan menengah bawah yg relatif lebih sulit menempuh pendidikan tinggi, internet masih merupakan barang "mewah".

Dosen Anggota MCA Sudah Sebarkan 150.000 Hoax

 
Dijelaskan, TAW ini merupakan dosen dari salah satu universitas di Yogyakarta. "Pengakuannya Dosen UII Yogyakarta. Nomor induk dosen negara 055220502 Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, terdata UII Yogya dosen bahasa atau sastra Inggris," jelasnya.
 
Mengetahui hal itu, Polda Jabar mendalami peran dosen wanita tersebut dengan berkoordinasi ke rektorat UII di Yogyakarta.
 

Buru Para Penyebar Hoak, Pak Presiden!

Ilustrasi

Lingkaran inti pendukung Jokowi harus bergerak cepat, tidak boleh lagi sibuk mengikuti acara-acara seremonial atau kongkow-kongkow relawan. Para aktivis pergerakan yang pro revolusi mental harus segera dikumpulkan dan digerakkan untuk menghadapi pergerakan-pergerakan tersembunyi atau terang-terangan yang menghina ideologi dan konstitusi negara, terlebih lagi yang menghina dan merendahkan harkat dan martabat manusia.

Pages