Penolakan

Ada Yang Provokasi Untuk Tidak Akui Hasil Pemilu 2019

ilustrasi

Dan kita sebagai masyarakat yang menginginkan kedamaian di Indonesia ini terus ingatkan pada para pendukung 02 supaya mereka jangan mau dimanfaatkan oleh orang2 yang haus kekuasaan...
Ingatkan saudara... Keluarga... Teman dan sahabat kita yang mendukung kubu 02... Jangan mau digerakkan untuk membuat kerusuhan... Mereka yang diakar rumput yang akan dikorbankan melawan aparat... Sedangkan para elite nya hanya memerintah tanpa mau berdarah2... 

Desi Anwar : Pendapat Saya Tentang Delusional Prabowo

ilustrasi

Alih-alih menerima kekalahan dengan legowo -- hal paling terhormat yang seharusnya dilakukan, terutama untuk seorang
pemberani dan prajurit seperti yang selalu ia suarakan -- Beliau malah mencuri begitu banyak perhatian media yang seharusnya memberi selamat ke presiden yang terpilih, untuk fokus ke penderitaannya, rasa frustrasinya,
serta rasa dikhianati.

Makin Muak Dengan Pendukung Prabowo

ilustrasi

Tagar itu fungsinya untuk mengelompokkan sebuah topik agar menjadi terkenal. Dalam twitter ada istilah trending topic. Topik yang ngetren, alias terkenal, dibicarakan banyak orang. Lalu kalau udah terkenal, mengundang banyak pengguna twitter diseluruh dunia ikut menyampaikan topik tersebut. Ibarat kata ada demo onlen, mendesak pembuat kebijakan ambil tindakan atas apa yang disuarakan.

Abdul Somad Tak Sadar Masuk Pusaran Intrik

Ilustrasi

Jadi kita selayaknya banyak memaklumi, manusia tempatnya luput. Wajar jika ia mudah mengharamkan hal-hal yang menurut ulama lain sah sah saja tapi menurutnya haram, seperti hari ibu, atau seruannya kepada umat "khilafah adalah solusi semua masalah", dan hal-hal lain yang menyulut keriuhan.

Tapi seperti itulah caranya terkenal, seperti pribahasa Arab خالف تعرف, berbeda maka Anda akan dikenal.

Abdul Somad Ditolak di Hongkong, Cin Cun Dipersekusi

Ilustrasi

Siapa si kafir ini?

Dalam video ceramah lain UAS menyebut si kafir adalah orang yang tak bersunat, orang yang tak mandi wajib. Mereka penghuni neraka. Orang Korea, Paus Paulus, si Rajagukguk, Sinambela dll disebut sebut UAS dalam ceramahnya. Belum lagi pembelaan UAS pada tegaknya khilafah.

Dukung Jemmima Mulyandari Hadapi Gugatan UAS

Ilustrasi

Kedua, Arya Wedakarna dengan pelanggaran pasal 28 ayat 2 junto pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 56, dan pasal 156a KUHP.

Ketiga, I Ketut Ismaya, Jemima Mulyandari, Mocka Jadmika, Dwi Hermawan, dan Made Kawi dengan dugaan persekusi yang melanggar pasal 368 KUHP, pasal 333 KUHP, dan pasal 335 ayat 1 butir 1 KUHP.

Pages