Penistaan Agama

Gelak Tawa di Persidangan Kelima Ahok

REDAKSIINDONESIA-Sidang kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Sidang kali ini kembali memperdengarkan keterangan para saksi.

Saksi pertama adalah Pedri Kasman, Sekretaris Pemuda PP Muhammadiyah. Pedri memberikan keterangan selama tiga jam. Pedri adalah saksi pelapor.

Semua Saksi Pelapor Penodaan Agama oleh Ahok Terkait FPI

REDAKSIINDONESIA-Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tergabung dalam Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika mengklaim sudah mengecek semua saksi pelapor dalam kasus penodaan agama yang melibatkan Ahok. Pengacara Ahok ini menyimpulkan dari semua saksi pelapor tidak ada warga dari Kepulauan Seribu.

"Bayangkan, tidak ada saksi pelapor dari warga Kepulauan Seribu," kata salah satu anggota tim kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/12/2016).

Socrates, Yesus, dan Ahok: Antara Takdir, Tabir, dan Takbir

 
 
Oleh : Abel Kristofel
 
Setahu saya, dalam konteks publik pengadilan menjadi space paling sakral.  Di situ adalah tempat di mana semua umat manusia, tanpa pandang bulu, diadili menurut undang-undang yang berlaku.  Tempat di mana seseorang harus bersumpah sebelum mengutarakan saksi mereka.  Di situ juga tempat di mana orang yang sedang diadili mengalami perlakuan hukum yang sangat hati-hati, presisi, dan cermat, demi terciptanya keadilan.

Menyimak Nota Keberatan Ahok dalam Sidang pengadilan Pertama

 

Oleh : Muhamaad AS Hikam

Gelar persidangan pertama kasus dugaan penistaan agama yang di laksanakan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selas 13/12/16. Sebagai tersangka, Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, memberikan nota keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menyimak nota keberatan Ahok yang dibacakannya sendiri, yg diselingi dg isak tangis itu, beberpa hal perlu kita cermati:

Nota Keberatan, Tangis Ahok dan Pelacuran Ayat Suci

Ilustrasi

Oleh : Annisa Fitrianda Putri

Bagaimana jika kita semua, pada dasarnya adalah pelacur?

Pagi 13 Desember 2016 terasa tak biasa. Bahkan atmosfer ketidakbiasaan sudah terasa sejak malam sebelumnya. Ada obrolan mengiba di ruang-ruang obrolan virtual pun nyata. Prediksi bagaimana Sang Panglima menghadapi pengadilannya esok hari (meski baru pembacaan dakwaan saja). Akan setegar apakah ia, akan selemah apakah ia?

Sekali Lagi Soal 212, Bullshit

Ilustrasi

Oleh Asman Azis

Dari membaca berbagai info dan berita soal Aksi 411 dan 212, jadinya gak bisa juga nahan diri untuk tidak berkomentar, hehe… Apalagi banyak sekali bertebaran mistifikasi dan “lebay-sasi” soal aksi-aksi tersebut… Beritanya biasanya dimulai dengan, "Subhanallah, Merinding, Dahsyatnya, Apa Rahasia 212?", dst… Bahkan ada satu foto sandal jepit bolong yang beredar yang konon digunakan oleh Mujahid dari Ciamis ke Jakarta… Subhanallah…!!!

Pasal Penistaan Agama atau Penistaan Islam?

Judul resminya sih “pasal penistaan agama” tetapi dalam prateknya sebetulnya lebih ke “pasal penistaan Islam”. Atau lebih khusus lagi, “pasal penistaan Islam [menurut kelompok Islam tertentu] yang dilakukan oleh non-Muslim”. Coba Anda renungkan (kembali) dengan kepala dingin, hati lapang, pikiran luas, dan jiwa yang tenang: sebetulnya apa sih substansi yang diucapkan Ahok itu? Apakah kira-kira, jika tidak ada campur tangan “Bu Yani”, masalah ini bisa seheboh seperti sekarang ini?
 

Pages