Penganiayaan

Waspada, Prabowo Tebarkan Kebencian Lewat Anak Muda Seperti Hanum Rais

Ilustrasi
"Saat ini saya bersama Bunda Ratna Sarumpaet, saya bisa merasakan, beliau buat saya adalah Cut Nyak Dien masa kini. Kartini masa kini adalah Bunda Ratna Sarumpaet dan mungkin Bunda Neno Warisman. Dan mudah-mudahan mengilhami ribuan Neno Warisman dan juga Ratna Sarumpaet di Indonesia. Salah satunya mudah-mudahan saya jadi bagian dari perjuangan ini ya, bunda," ucapnya sambil merangkul pundak Ratna.”
 

Make Indonesia Hate Again

Ilustrasi

Teknik kampanye menyebar ketakutan dengan jargon sembako mahal dan sebagainya sangat massif dilakukan kubu Prabowo. Persis seperti dilakukan Donald Trump ketika kampanye. Masifnya gerakan menyebarkan ketakutan dan keresahan ini akan mengendap di kalangan masyarakat bawah yang gampang di bodohi-bodohi,yang rakus menunggu “serangan fajar”, hingga tidak pilih Jokowi.

Hoax Demi Kekuasaan

Ilustrasi

Aktris lain adalah dokter Saleyha Ahsan. Ia menjadi narsum berita BBC; lalu juga tampil dalam film dokumenter yang dibuat BBC mengenai ‘serangan senjata kimia di Umm Al Kubra’ dengan judul ‘Saving Syria’s Children‘. Ketika dilacak foto-foto di akun facebooknya, ketahuan, Dr Saleyha berpose dengan kelompok “mujahidin” Libya yang angkat senjata menggulingkan Presiden Qaddafi.

Ini Kemungkinan Alasan Diamnya Ratna Sarumpaet Atas Penganiayaan Dirinya

Ilustrasi

Pementasan itu menceritakan tentang seorang buruh perempuan yang tewas dibunuh militer hanya dikarenakan membela hak-hak buruh dan memperjuangkan kebebasan berserikat di pabrik. Sudah jamak pada Orde Baru, intervensi militer ke buruh yang ingin berserikat, berkumpul dan berpendapat. Saat itu militer menjadi kaki tangan pengusaha untuk membungkam sikap kritis karyawan. Makanya menjadi tanda tanya besar diamnya Ratna menerima penganiayaan itu.

Rekayasa Marbot, Siapa Dibaliknya?

Ilustrasi

Sorban yang ada digunakannya untuk menutup wajah. Itu dilakukan seolah-olah terjadi penyekapan. Mukena di dalam masjid dipakai untuk mengikat kaki dan tangannya. Agar tidak kesulitan, dia membuat pola ikatan tertentu supaya mudah mengunci tangannya yang disimpan di bagian belakang tubuhnya.

"Saya memang melakukannya sendiri. Saya khilaf karena butuh uang," terangnya.

Ketika Mengkritik Ustadz

Ilustrasi

Dari dua kasus di atas, mana yang lebih terhormat? yang mengajak dialog atau yang langsung menganiaya?

Mengapa yang mengajak untuk dialog yang dipersekusi? sementara yang menganiaya, polisi yang turun tangan untuk memburu pelaku dan penangkapnya, mengapa bukan orang-orang yang mengklaim diri sebagai pembela ulama yang lebih dulu mengejarnya?

Pages