Penganiayaan

Ancaman Seorang Pecundang

ilustrasi

Kebencian Bahar Smith terhadap Pak Jokowi itu sudah mendarah daging. Dan kebencian itu ibarat mengharapkan orang lain mati padahal dia sendiri yang meminum racunnya.

Sungguh orang yang bernama Bahar Smith tidak pantas disebut keturunan apalagi disebut cucu Nabi Muhammad, tapi lebih pantas disebut sebagai seorang pecundang.

Kasus Bahar Momentum Pemberantasan Kesewenang-Wenangan

Ilustrasi

Momentum kedua adalah bagi "Keluarga Besar Kehabbaiban", keluarga besar penjaga dan pengawal kesucian "KeDzuriatan Rasulullah", untuk melakukan semacam seleksi dan screening dengan meberlakukan semaca kode etik berdasar warisan Ahlaq Rasulullah secara internal dalam komunitas mereka sendiri untuk menjaga harkat dan martabat serta kesucian Dzuriah Rasulullah.

Viral, Video Bahar Bin Smith Lakukan Penganiayaan

Ilustrasi

DIAM-nya habaib santun atas tingkah polah habib beringasan seolah tanda "SETUJU" bahwa dahulu rosulullah juga seperti itu perangainya.

Sama seperti DIAM-nya mayoritas umat islam waras yang NKRI harga mati atas pemotongan kayu salib di jogja seolah sebgai kata "SETUJU" bahwa ISLAM adalah agama paling bar-bar dan intoleran.

Prabowo Dan Kasus Pelanggaran HAM yang Mengganjalnya

Ilustrasi
Setelah tragedi itu, perlawanan mahasiswa dalam menuntut reformasi semakin besar, hingga akhirnya memaksa Presiden Soeharto untuk mundur pada 21 Mei 1998. Kerusuhan yang bernuansa rasial sebenarnya sempat terjadi sehari setelah Tragedi Trisakti, yaitu pada 13-15 Mei 1998. Namun, kerusuhan itu tidak mengalihkan perhatian mahasiswa untuk tetap bergerak dan menuntut perubahan.

Waspada, Prabowo Tebarkan Kebencian Lewat Anak Muda Seperti Hanum Rais

Ilustrasi
"Saat ini saya bersama Bunda Ratna Sarumpaet, saya bisa merasakan, beliau buat saya adalah Cut Nyak Dien masa kini. Kartini masa kini adalah Bunda Ratna Sarumpaet dan mungkin Bunda Neno Warisman. Dan mudah-mudahan mengilhami ribuan Neno Warisman dan juga Ratna Sarumpaet di Indonesia. Salah satunya mudah-mudahan saya jadi bagian dari perjuangan ini ya, bunda," ucapnya sambil merangkul pundak Ratna.”
 

Pages