Pengamanan

Reuni 212 Hanya Kegiatan Politik Murni Bukan Kegiatan Keagamaan

Ilustrasi

HTI PASTI AKAN MEMBONCENG. Ini suatu keniscayaan sejarah yang tidak bisa dipungkiri. Pendukung utama kelompok aksi 212 adalah kelompok-kelompok yang masih berhalusinasi ingin menjadikan Indonesia bagian dari kekhilafahan dunia. Meskipun secara formal HTI sudah dibubarkan, orang-orang eks HTI masih sangat eksis dimana-mana. Apalagi ide mereka juga mendapat angin segar dukungan dari FPI dan kelompok-kelompok radikal lainnya.

Menyikapi Terorisme Di Rutan Mako Brimob

Ilustrasi
Begitu pula dg isu anti-Amerika Serikat (US). Benar bahwa sejarah terorisme modern berkaitan erat dg peran US pada masa perang dingin dg Uni Soviet yg meradikalkan sebagian kecil umat Islam atas nama perjuangan anti-Soviet. Benar pula, bahwa saat ini pengaruh US kpd semua pemerintah dan negara di seluruh penjuru dunia itu eksis.
 

Ayo Buka Lagi Kesederhanaan Jokowi

Ilustrasi

Meski beberapa paspampres mendampinginya di Negeri Singa demi pengamanan. "Saya datang ke Singapura untuk urusan keluarga, bukan kunjungan kenegaraan. Jadi saya tak pakai fasilitas negara," ujar Jokowi.

Aksi Jokowi naik pesawat kelas ekonomi menggelitik dunia internasional. Sejumlah media asing ramai membahas Presiden Indonesia yang naik kapal terbang umum layaknya warga biasa.

Catatan Untuk Kapolres Bantul Jogya

Ilustrasi

Yang membuat publik makin geregetan ialah, mengapa setiap kali berhadapan dengan anasir-anasir preman intoleran radikal, polisi selalu kalah dan mengalahkan kelompok korban ? Kelompok korban yang rentan dan rapuh terhadap tindakan persekusi dan yang seharusnya menjadi subyek perlindungan oleh hukum justru yang kerap mendapat tekanan untuk mengalah dan mengalah.

Anak Presiden Jaman Now

Ilustrasi

Sepertinya tidak ada yg perhatian kalau ada anak presiden disitu. Beberapa penumpang yg ada di dekatnyapun tidak ada yg menggubris karena tidak pernah menyangka ada anak presiden di tengah mereka. Mas Gibranpun sepertinya tidak ingin banyak diketahui orang. Kebetulan saja mas Gibran berdiri di sebelah saya di dalam bis, sehingga saya mengenalinya dan bisa foto dia, walau mungkin dia tdk ingin difoto. Saya tanya "Kenapa Sendirian Mas", dia Jawab "iya biasa sendiri pak".

Pages