Pemimpin

Jangan Golput

Ilustrasi
Kita butuh pemimpin yang benar-benar punya hati untuk membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Jadi pilihan Jokowi terhadap Kyai Ma'ruf Amin, dan bukan Mahfud MD, mungkin menimbulkan kekecewaan, tetapi kepentingan negara harus diletakkan di atas kekecewaan pribadi dan solidaritas dengan Pak Mahfud. Ada posisi lain yang juga strategis yang bisa diberikan untuk Pak Mahfud sesuai dengan kapasitasnya, ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden. 
 

Rasa Malu Kepemimpinan: Tak Punya Malu= Kepemimpinan dan Kekuasaan sebagai Ambisi

Secara garis besar – terkait konteks tulisan ini – ada dua jenis rasa malu kepemimpinan. Pertama, rasa malu terhadap diri sendiri, bersifat internal. Rasa malu internal ini menentukan apalah seorang pemimpin memperlakukan kursinya, kepemimpinannya, kekuasaannya – sebagai amanah atau ambisi. Pemimpin yang memiliki rasa malu internal, dia akan memperlakukan kepemimpinan atau kekuasaannya yang dipegangnya sebagai amanah.

Fase Oral Kepemimpinan Nasional

Ilustrasi

Sampai di sini tema ini semakin menarik, sebab kita akan menelaahnya secara psikologi historis-simbolis, utamanya terkait masa kepemimpinan otoriter Orde Baru – yang paling dominan berkuasa dan membentuk psikologi massa selama tiga puluh tahun lebih. Jika pemerintah Orba disimbolkan sebagai seorang ibu, maka generasi pemimpin yang relatif masih kecil selama kekuasaan Orba itu kini berusia sekitar 40 tahun ke atas.

Menilai Calon Pemimpin Harus Utuh

Jadi jangan trpesona dengan depan layar. Kota dibangun rapi trotoar dan tamannya. Atau karena dia pake peci atau apa lah. Bagaimana dengan jumlah istrinya juga misalnya

Atau karena masang baliho dan mbentuk organ relawan sndiri (bukan inisiatif warga), kayak Cak Imin atau dulu Dahlan Iskan, mosok langsung ditasbihkan LAYAK sebagai capres or cawapres

Pages