Pemilu

Prabowo Akan Mundur Jika

ilustrasi

Level lebih tinggi bukan lagi orang-orang bodoh. Bahkan memiliki latar belakang status sosial ekonomi yang lumayan. Tapi beberapa dari mereka ada yang sedang mengalami "Pubertas Agama". Ada yang sedang kebelet Surga hingga mampu mau merogoh kocek sebesar Rp.5 juta untuk kepentingan politik yang dibungkus Agama. Ada juga yang kebelet popoularitas dengan cara memberikan ceramah yang provokatif untuk mendongkrak namanya. Kebanyakan juga pemuka Agama anyaran yang baru mengalami "Pubertas".

G O L P U T

ilustrasi

Aku sih orangnya simple dan gak beperan. 
Tujuan hidup jelas ada. 
Tujuanku pas tanggal 17 April 2019 pun ada. 
Ya ke TPS lah. 
Pemilu bagiku bukan lagi soal HAK dan KEWAJIBAN. 
Tapi itu adalah kebutuhan. 
Aku butuh pemimpin yang menurutku bisa kupercaya untuk memenuhi hakku sebagai rakyat, sebagai warga negara di Republik ini.

Golput Hambat Calon Pemimpin Baik Memimpin

ilustrasi

Jadi jika sang pemenang adalah pilihan kami atau pilihan lawan kami, itu adalah berkat suara kami atau mereka. Jika pilihan kami ternyata salah, itu urusan kami. Jika pilihan mereka yang salah, itu urusan mereka. Suka atau tak suka terhadap sang pemenang, kau berandil menyebabkannya, melalui abstainmu.

Arif Budiman Yang Tertukar

ilustrasi

Prof. Dr. Arief Budiman
Terlahir sbg Soe Hoek Djin, kakak dari Soe Hoek Gie. Pd masanya dia adalah demonstran dan aktivis yg mjd sahabat Gunawan Muhammad. Terlahir pd tahun 1941 Saat ini usianya sdh 78 tahun. Ia seorg Muallaf yg menikah dgn Ibu Leila seorg psikolog. Menyelesaikan pendidikan Bachelor d Belgia, S2 Psikologi UI, dan Program doktoral Bidang Sosiologi di Paris.

Pemilu, Hak Atau Kewajiban?

Ilustrasi

Negeri ini lucu. Tidak ada upaya sistematis buat membatasi atau mendiskriminasi pemilih seperti gerrymandering. Pemilu berlangsung di hari libur. Namun tidak juga ada hukuman bagi mereka yang tidak memilih. Di tengah dua kemungkinan ekstrem ini, para pemilih Indonesia berdiri. Bebas dari restriksi maupun penalti. Bisa jadi kita adalah negara yang diberkati dengan kehendak bebas di bilik pemilu. 
Namun nampaknya minimnya konsekuensi membuat kita berpikir terlampau pendek. 
***

Mana Aksimu Bawaslu Soal Hoax 7 Juta Surat Suara Tercoblos

Ilustrasi

Lagipula siapa yang peduli. Di tahun politik, publik demam politik partisan. Hoax memang membuat keruh, tapi target kekeruhan ini adalah supaya JAGOANNYA MENANG. Dan memang selamanya perhatian publik bukan soal penegakan keadilan. Tak ada yang menuntut edukasi, moralitas dan akhlak politik. Tak ada yang menghendaki jalan sepi, yang lurus.

Pages